Senin, 28 November 2022
Pemerintahan

Anas Jadi MenPAN-RB, Wakil Ketua DPRD Ingatkan di Banyuwangi Butuh Reformasi Karena Banyak Plt

profile
Ikhwan

08 September 2022 09:20

487 dilihat
Anas Jadi MenPAN-RB, Wakil Ketua DPRD Ingatkan di Banyuwangi Butuh Reformasi Karena Banyak Plt
Abdullah Azwar Anas setelah resmi dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (SJP)

BANYUWANGI - Ucapan selamat kepada  Abdullah Azwar Anas setelah resmi dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terus bermunculan.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono.

Pimpinan DPD Partai Golkar mengacungi jempol capaian Abdullah Azwar Anas karena telah mengharumkan nama Banyuwangi.

Betapa tidak, pasca menjabat Bupati Banyuwangi dua periode karir Anas terbilang mulus. 

Purna jadi bupati, Anas langsung melenggang menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terhitung sejak Januari 2022. 

Hingga akhirnya dilantik Presiden Joko Widodo mengisi kekosongan jabatan MenPAN-RB menggantikan Tjahjo Kumolo yang meninggal dunia pada Juli lalu.

"Ini menjadi kebanggaan, karena sudah ada dua menteri di era Presiden Jokowi dari Banyuwangi. Pertama adalah Menteri Pariwisata Arif Yahya kabinet kerja 2014-2019, sekarang bapak Abdullah Azwar Anas. Saya pribadi sangat mengapresiasi," kata Ruli, Rabu kemarin 7 September 2022.

Namun tak baik bila hanya sekedar kecupan selamat dan apresiasi. Ruli juga menyelipkan keprihatinannya mengenai kondisi birokrasi di Banyuwangi yang masih kacau balau.

Itu terjadi lantaran banyaknya kursi jabatan di tingkat OPD di Pemerintahan Banyuwangi, masih dijabat seorang pelaksana tugas (Plt).

"Karena bagaimanapun juga sudah menjadi rahasia umum bahwa Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, merupakan istri Abdullah Azwar Anas. Tentunya ini harus sejalan juga dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi," ucap Ruli.

Dalam artian, kata Ruli, tugas pokok Abdullah Azwar Anas sebagai MenPAN RB adalah menyelenggarakan urusan di bidang pemberdayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

"Kembali ke tugas pokok MenPAN RB, tentunya ini harus ada korelasinya, bu Ipuk sebagai Bupati Banyuwangi harus cepat tanggap, karena di Kabupaten Banyuwangi banyak kepala dinas yang masih dijabat Plt," imbuh Ruli.

Ruli membeberkan, setidaknya ada 11 kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih dijabat Plt, satu lagi sekretaris DPRD. Bahkan kursi Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Keuangan masih kosong.

"Ini kan menggantung nasib dan karir ASN. Sedangkan aturan MenPAN RB dimana jabatan Plt itu maksimal 6 bulan. Justru ini kontradiktif dengan kenyataan yang ada di Pemerintahan Banyuwangi," ucapnya.

Ruli menyebut, saat ini Ipuk Fiestiandani sudah 1,5 tahun lebih menjabat Bupati Banyuwangi, terhitung sejak dilantik pada Februari 2021 lalu. Bupati Ipuk, kata dia, sudah seharusnya berani mengambil keputusan dalam menetapkan status Plt menjadi definitif.

"Karena kinerja Plt ini masih kurang maksimal. Mereka tidak bisa mengambil kebijakan strategis. Ini tentunya tidak menguntungkan Banyuwangi," tukasnya.

Ruli membeberkan, ternyata maraknya Plt di lingkungan kerja Pemerintah Banyuwangi sudah ada sejak masa Bupati Abdullah Azwar Anas. Bahkan kini, banyak dari mereka yang mengabdikan sebagai Plt, sudah setahun bahkan ada yang dua tahun lamanya.

"Jika dipertahankan lama menjadi Plt, dalam artian mereka sudah bagus kinerjanya. Tapi kenapa tidak langsung diusulkan jadi definitif oleh bupati," tutur Ruli, bertanya heran.

Ruli berucap, terkait Bupati Banyuwangi yang sempat berkata bahwa pengisian kekosongan jabatan di OPD tidak sekedar memilih atau menentukan orang, namun harus dilihat dari kualitas, menurutnya itu hanya alasan klasik.

"Itu hanya alasan klasik, karena ada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Kecuali Banyuwangi tidak memiliki SDM yang unggul. Saya rasa banyak ASN potensial di Banyuwangi, bahkan banyak juga yang mendapat prestasi," cetusnya.

Sehingga, masih kata Ruli, banyaknya Plt di lingkungan Pemerintah Banyuwangi menimbulkan tanda tanya besar bahwa ada dugaan antara suka dan tidak suka.

"Ini kan akhirnya like and dislike atau kemarin dukung saya atau tidak, begitu akhirnya. Kita kan tidak salah memiliki praduga seperti itu. Tetapi yang jelas ini menggantung karier dan nasib ASN yang berprestasi," pungkasnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Anas Jadi MenPAN-RB, Wakil Ketua DPRD Ingatkan di Banyuwangi Butuh Reformasi Karena Banyak Plt

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT