Senin, 27 Juni 2022
Pemerintahan

Angka Stunting Turun, Bupati Malang Akan Perkuat Fasilitas Kesehatan

profile
Senopati

08 Juni 2022 22:35

410 dilihat
Angka Stunting Turun, Bupati Malang Akan Perkuat Fasilitas Kesehatan
Bupati Malang H.M Sanusi saat ditemui awak media. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Malang dalam penurunan angka stunting (gizi buruk) pada anak yang saat ini di angka 8,8 persen.

Tidak lepas dari peningkatan pelayanan kesehatan dan kebersihan lingkungan, hal tersebut disampaikan Bupati Malang di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Rabu (8/6/2022).

Sanusi mengungkapkan angka penurunan dan kenaikan stunting dipengaruhi pelayanan sanitasi dan air minum.

"Kalau sanitasi dan pelayanan kurang bagus maka nantinya akan berpengaruh pada peningkatan angka stunting," kata dia.

Namun sebaliknya, lanjut Sanusi, apabila pelayanan sanitasi dan air minum bagus maka angka stunting akan turun.

"Selain itu, yang utama konsumsi susu, asupan gizi dan makanan tambahan yang juga mempengaruhi angka stunting," ungkap Bupati Malang.

Seiring peningkatan pelayanan kesehatan di masyarakat, masih kata dia, Pemkab Malang akan memindahkan puskesmas yang tidak layak untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih bagus dan luas.

"Supaya pelayanan kesehatan bisa maksimal terutama penurunan angka stunting di masyarakat," tegas dia.

Menurut Sanusi, ada beberapa puskesmas yang akan dialihkan, seperti Puskesmas di Kecamatan Pakisaji yang lahan parkirnya sempit.

"Apabila banyak pasien yang datang berobat antrimya sampai ke jalan raya," terang Sanusi.

Ada lima Puskesmas yang akan direncanakan untuk dipindah, selain Kecamatan Pakisaji ada Puskesmas Bululawang, tajinan, Karangploso dan Puskesmas Singosari.

"Saya minta kepada Dinas Kesehatan untuk mendata Puskesmas yang tidak layak dan kurang luas nanti saya minta dicarikan solusi," imbau dia.

Ditegaskan Sanusi, ada dua Puskesmas yang sudah naik kelas, seperti Puskesmas Wonokerto dan Sumbermanjing Wetan.

"Kalau tahun kemarin, Puskesmas Ngantang sudah naik kelas menjadi RSUD," terang Abah Sanusi.

Mendatang, Sanusi memastikan Puskesmas Pakisaji akan diproyeksi menjadi RSUD tipe D yang akan melayani kesehatan.

"Karena menurut Pemerintah kesehatan dan pendidikan sangat penting, untuk itulah saya akan terus membenahi kesehatan untuk terus berlanjut," papar dia.

Pada 1 Juli mendatang, Sanusi mengabarkan, Pemkab Malang rencananya akan melaunching Pelayanan Cepat Kedaruratan untuk mempercepat pelayanan kes3hatan umum kedaruratan dan kecelakaan lalulintas.

"Rencananya PRC ini akan bekerjasama dengan pihak terkait, apabila masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan kedaruratan dan kecelakaan lalu lintas cukup menekan nomor tertentu," jelas dia.

Kemudahan bagi yang membutuhkan, dalam 15 menit ambulance kesehatan sudah berapa di tempat di mana masyarakat atau warga yang menghubungi call center tadi.

"Saat itu juga, RS terdekat akan siap untuk menangani sesuai dengan kondisi dan sakitnya," imbuh dia.

Sanusi menginformasikan, ambulance sudah siap disetiap kecamatan dan kendaraannya dalam kondisi masih baru.

"Setiap kendaraan sudah tahu di mana lokasi pasien, dan yang terdekat itulah yang segera menangani," pungkas Bupati Malang. (nes)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Angka Stunting Turun, Bupati Malang Akan Perkuat Fasilitas Kesehatan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT