Kamis, 11 Agustus 2022
Pemerintahan

Bahas Percepatan Investasi di Banyuwangi, Nasim Khan Ajak Pemkab Bersinergi

profile
Ikhwan

06 Agustus 2022 08:30

391 dilihat
Bahas Percepatan Investasi di Banyuwangi, Nasim Khan Ajak Pemkab Bersinergi
Nasim Khan melakukan Ssosialiasasi Satgas percepatan investasi dan capaian realisasi. (SJP)

BANYUWANGI - Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan melakukan Sosialiasasi Satgas Percepatan Investasi dan Capaian Realisasi Triwulan Tahun 2022 di Banyuwangi.

Dalam acara itu Alumni ITN itu meminta Pemerintah Daerah untuk bersinergi mendukung percepatan investasi.

Hadir sebagai pemateri, Direktur wilayah IV Kedeputian Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementrian Investasi dan BKPM RI, Yos Herman.

Ada juga Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyuwangi Tri Wahyu Angembani.

Dalam acara yang berlangsung di Ballroom Luminor Hotel, Jumat 5 Agustus 2022 ini dihadiri puluhan para pengusaha yang ada di Bumi Blambangan.

Dalam acara ini banyak mengupas tentang berbagai kendala investasi dan perindustrian yang ada di Indonesia.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini banyak menerima keluhan tentang perizinanan. Hal itu yang menjadi kendala utama alotnya industri untuk berkembang.

Nasim Khan mengatakan kendala perkara perizinan itu ada sistem Online Single Submission (OSS) masih belum maksimal dan sempurna. Ada dua alasan mengapa sistem OSS tersebut masih bermasalah.

OSS masih belum terintegrasi dengan baik dari pusat hingga ke daerah. Pertama, peraturan daerah sebagai syarat diterbitkannya surat izin persetujuan bangunan gedung (PBG) pengganti izin mendirikan bangunan (IMB).

“Soal OSS, saya harus bilang OSS kita belum sempurna. Ada dua masalah terbesar yaitu PBG kita. PBG ini IMB sebenarnya,” kata pria kelahiran Situbondo tersebut.

Nasim menjelaskan, IMB baru bisa dikeluarkan jika sudah ada peraturan daerah (perda) di kabupaten/kota atau provinsi. Namun yang menjadi masalahnya, sampai saat ini perda tersebut belum ada.

"Saya meminta kepada kepala daerah menata secepat mungkin perdanya. Baik itu perda dalam tata lingkungan usaha dan semua sehingga dari pusat hingga daerah bisa tertata dengan benar, cepat dan efisien," ujarnya.

Sistem OSS yang masih berumur 1 tahun ini kerab dijadikan refrensi oleh kepala daerah dan disodorkan kepada para pengusaha. 

Namun pada faktanya refrensi itu tidak diakui lisensinya oleh Tim TKA. Itu menjadi ironi dan menghambat industri untuk berkembang.

Selain itu, lanjut Nasim, para pengusaha di Bumi Blambangan banyak mengeluhkan minimnya fasilitas dalam hal inu adalah mobilitas angkutan. 

"Banyuwangi adalah kabupaten yang memiliki potensi dengan berbagai kemudahan akses. Kita akan melakukan percepatan dengan menggandeng BUMN bisa itu pelindo ataupun KAI. Harapanya ketika pengusaha tumbuh bisa menggandeng para UMKM," pungkasnya.

"Saya berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur wilayah IV Kedeputian Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementrian Investasi dan BKPM RI, Yos Herman mengatakan sistem OSS dibangun untuk mempercepat proses.

Sistem belum bisa berjalan secara maksimal karena belum adanya perda. Sehingga sistem masih belum terintegrasi dengan baik.

"Pemerintah daerah ini yang menjamin namanya persayaratan dasar. Itu yang harus dimantapkan oleh daerah yang harus dituangkan dalam bentuk perda, Instrumen dan kelembagaannya untuk mendukung OSS," ujar dia. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bahas Percepatan Investasi di Banyuwangi, Nasim Khan Ajak Pemkab Bersinergi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT