Jumat, 03 Februari 2023
Pemerintahan

Cegah Korban Laka Kereta Api, Begini Masukan Bupati Jember

profile
Rochul

05 Januari 2023 16:21

1.3k dilihat
Cegah Korban Laka Kereta Api, Begini Masukan Bupati Jember
Bupati Jember Hendy Siswanto.


Jember – Kejadian kecelakaan kereta api di Jawa Timur meningkat setiap tahun. Diperlukan regulasi yang jelas terkait perlintasan kereta agar kejadian tidak berulang. Hal itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto merespons meningkatnya jumlah kecelakaan kereta api dalam tiga tahun terakhir.

Menurut keterangan Dirlantas Polda Jatim, Kombes M. Taslim Chairuddin sebanyak 120 kejadian kecelakaan kereta api dan 58 orang meninggal di Jawa Timur pada 2020. Pada 2021, jumlah kejadian kecelakaan meningkat menjadi 144 kali, dengan jumlah kematian sebanyak 77 orang. Pada 2022 kembali meningkat menjadi 175 kasus dengan korban meninggal 105 jiwa.

Sementara itu, tercatat sebanyak 1.082 perlintasan KA di Jawa Timur. “Dari total itu, sebanyak 260 perlintasan ada penjaganya, sejumlah 748 perlintasan tidak dijaga, lalu sebanyak 175 titik tidak sebidang atau terdapat fly over dan underpass,” katanya saat Rapat Koordinasi perihal Perlintasan Sebidang Kereta Api di Gedung Grahadi Surabaya pada Rabu (4/1/2023) kemarin.

Forum tersebut diikuti oleh Bupati Jember bersama Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo. Hadir pula Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto.

Menanggapi hal itu, Bupati Hendy menjelaskan bahwa persoalan nyawa manusia perlu diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Pria yang pernah menjabat selama 25 tahun di Kementerian Perhubungan itu menerangkan bahwa audiensi persoalan perlintasan kereta api perlu dilanjutkan dengan bukti nyata, dan tidak berhenti pada ranah diskusi.

“Perlu ada regulasi yang jelas. Kalau tidak, 99,99 persen pasti terjadi lagi,” ujar Bupati Jember yang dikutip Suara Jatim Post pada Kamis (4/1/2023).

Bupati menambahkan, sebab kemungkinan terjadinya kecelakaan hingga adanya korban meninggal dinilai sangat tinggi. Untuk itu, perlu segera melakukan langkah perlindungan, berkolaborasi, dan berakselerasi untuk segera melakukan eksekusi.

Di Kabupaten Jember, terdata sebanyak 112 perlintasan kereta api. Dimana 75 titik tidak terjaga. “Akibatnya, kematian setiap tahun pasti akan terjadi,” lanjutnya.

Belum lagi, banyak regulasi terkait perkeretaapian yang tidak dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Untuk mengantisipasi timbulnya korban, Bupati Hendy mulai memaparkan sejumlah pendapatnya.

“Mohon izin untuk mengeluarkan surat edaran terkait dengan disiplin menaati peraturan tersebut, kami siap lakukan,” kata Hendy kepada Gubernur Jatim Khofifah.

Namun demikian, Bupati Jember juga meminta bantuan dari pihak kereta api untuk memperlunak regulasi soal penggunaan lahan. “Apabila kami membangun pos jaga, minta tolong regulasinya diperlunak. Tidak usah sewa,” ujarnya.

Kedua, terkait dengan pelatihan penjaga palang pintu KA, perlu pelatihan yang membutuhkan biaya. “Mungkin bisa diberi pelatihan secara gratis, atau langsung dilimpahkan untuk dibiayai daerah masing-masing,” lanjutnya.

Jika regulasi untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dapat terwujud, bupati menjelaskan bahwa pihaknya akan segera merealisasikan tersebut melalui P-APBD.

Menurut Bupati Jember, hal tersebut bakal terwujud jika ada kemauan dari seluruh pihak untuk menyelamatkan nyawa banyak orang. “Instruksikan kami, kami akan laksanakan,” ujarnya.(Rochul Ulum)

Editor: Vebriansyah

Tags
Anda Sedang Membaca:

Cegah Korban Laka Kereta Api, Begini Masukan Bupati Jember

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT