Kamis, 06 Oktober 2022
Pemerintahan

Disbudpar Banyuwangi Buka Suara Terkait Insiden Pengroyokan Wisatawan di Pulau Merah

profile
Ikhwan

20 September 2022 20:26

440 dilihat
Disbudpar Banyuwangi Buka Suara Terkait Insiden Pengroyokan Wisatawan di Pulau Merah
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda

BANYUWANGI - Insiden dugaan aksi premanisme di Pulau Merah menjadi sorotan.

Dua wisatawan asal Jember babak belur usai dihajar belasan orang tak dikenal. Bahkan barang berharga mereka juga turut dirampas.

Insiden ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat wisata yang berlokasi di Kecamatan Pesanggaran itu adalah salah satu destinasi unggulan di Bumi Blambangan. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda angkat bicara soal insiden tersebut.

Pihaknya berpesan agar wisatawan mengikuti jam buka tutup destinasi wisata yang akan disinggahi. 

Pasalnya, peristiwa dugaan pengeroyokan dan perampasan sejumlah barang milik wisatawan Jember di kawasan wisata Pulau Merah Banyuwangi, itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Sedangkan keterangan dari pihak pengelola, wisata Pulau Merah Banyuwangi dibuka pukul 07.00 WIB dan ditutup sekitar pukul 18.00 WIB.

"Sebaiknya wisatawan mengikuti jam buka tutup dan apabila terjadi ketidaknyamanan agar menyampaikan keluhan ke Pokdarwis setempat dan Disbudpar," kata Bramuda, Selasa (20/9/2022).

Informasi yang diterima Bramuda, dua wisatawan asal Jember itu awalnya masuk ke wisata setempat diduga dalam keadaan mabuk.

Total ada tiga rombongan mobil yang datang ke Pulau Merah sekitar pukul 02.00 dini hari waktu itu. 

Awalnya salah satu wisatawan asal Jember itu sedang bertengkar dengan istrinya.

"Sehingga diingatkan, namun malah marah dan melakukan perlawanan kepada kelompok yang mengaku anak PM (Pulau Merah)," ujarnya.

Namun itu hanya informasi yang beredar, sementara kasus ini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian untuk mengetahui kebenaran pastinya. 

"Masih tahap penyelidikan," tandas Bramuda.

Sebagai informasi, sebelumnya dugaan pengroyokan disertai perampasan itu terjadi di parkiran wisata Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, pada Minggu (18/9/2022) kemarin, sekira pukul 03.00 WIB.

Korban adalah Dimas Febri Listiyanto dan Abdul Muksi, merupakan dua wisatawan asal Ledok Ombo, Jember. Dua pemuda ini menjadi korban dugaan pengeroyokan belasan OTD, hingga mengalami luka-luka di bagian kepala dan wajah.

Barang berharga milik mereka diambil paksa. Mulai satu unit handphone dan uang tunai sebesar Rp 1,8 juta. Usai melakukan pengeroyokan dan merampas barang korban, komplotan pelaku yang belum diketahui identitasnya itu langsung melarikan diri.

Saat ini kasus tersebut tengah didalami oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Pesanggaran.

Editor : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Disbudpar Banyuwangi Buka Suara Terkait Insiden Pengroyokan Wisatawan di Pulau Merah

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT