Selasa, 28 Juni 2022
Pemerintahan

DPRD Banyuwangi Desak Eksekutif Lakukan Langkah Strategis untuk Tangani PMK

profile
Ikhwan

09 Juni 2022 09:39

217 dilihat
DPRD Banyuwangi Desak Eksekutif Lakukan Langkah Strategis untuk Tangani PMK
Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Mafrochatin Ni'mah.

BANYUWANGI - Komisi II DPRD Banyuwangi meminta eksekutif segera melakukan langkah strategis guna memutus mata rantai penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Dewan mendesak dinas setempat segera melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak dan mendistribusikan obat juga vitamin untuk menjaga kekebalan imun ternak.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyuwangi, Mafrochatin Ni’mah mengatakan, saat ini kasus PMK di Banyuwangi kian mengganas. 

Dari sembilan kecamatan yang dinyatakan positif PMK, kini bertambah lima kecamatan. Dengan total sudah 100 lebih ternak yang terpapar.

Mengacu pada hal itu, pihaknya mendesak agar dinas segera mengambil langkah strategis untuk penanganan dan pencegahannya.

"Selain penyemprotan disenfektan, Dinas Pertanian dan Pangan kita minta untuk segera mendistribusikan vitamin ataupun obat-obat untuk hewan ternak, agar PMK tidak semakin meluas," kata Ni'mah, Rabu (8/6/2022).

Menurutnya pendampingan dan sosialisasi kepada para peternak tentang gejala sapi terserang PMK juga perlu dilakukan secara masif sehingga peternak paham dan bisa melakukan deteksi dini.

Sementara terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterine, Dinas Pertanian Banyuwangi Nanang Sugiharto mengatakan kendati demikian hingga saat ini belum ada laporan ternak mati akibat terpapar penyakit tersebut.

"Alhamdulillah belum ada laporan kematian, ada pelaporan justru tingkat kesembuhan karena kita menggunakan obat-obatan dan upaya yang kita maksimalkan," kata Nanang.

Dinas hingga saat ini terus bergerak melakukan pencegahan supaya penyakit itu tidak menyebar lebih luas. Sejak kabar PMK ini santer tersiar, dinas bekerja sama dengan aparat kepolisian telah menerapkan kebijakan pelarangan jual beli ternak antar wilayah.

"Dikarenakan kasus yang semakin meningkat pasar hewan yang ada di desa seperti di Glagah atau Wongsorejo minggu depan rencananya akan ditutup sementara," ujarnya.

Peternak diimbau tak perlu panik. Sebab, hewan ternak yang terpapar PMK masih bisa disembuhkan, tergantung dari tingkat imunitas hewan itu sendiri. Paling lama tingkat kesembuhannya 14 hari hingga 21 hari.

"Yang terpenting peternak tetap menjaga kebersihan. Kesehatan hewan harus dijaga dan diawasi," pesannya.

Nanang menambahkan, kemungkinan vaksin massal untuk hewan ternak masih ada. Namun, pihaknya meminta kepada para peternak untuk bersabar karena jatah vaksin untuk Banyuwangi baru tersedia pada bulan Agustus atau September. 

"Kita harap masyarakat, terutama para peternak bersabar. Jangan sampai panik hingga menjual ternaknya dengan harga murah," pintanya.

Editor : Syahrul 

Tags
Anda Sedang Membaca:

DPRD Banyuwangi Desak Eksekutif Lakukan Langkah Strategis untuk Tangani PMK

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT