Jumat, 03 Februari 2023
Pemerintahan

Gandeng Cak Nun, Bupati Mojokerto dan BKKBN Sosialisasikan Percepatan Penurunan Stunting

profile
Andy

27 Desember 2022 12:22

546 dilihat
Gandeng Cak Nun, Bupati Mojokerto dan BKKBN Sosialisasikan Percepatan Penurunan Stunting
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati sosialisasikan percepatan penurunan stunting. (SJP)

KABUPATEN MOJOKERTO – Sosialisasi percepatan penurunan stunting terus digalakkan. Percepatan penurunan stunting yang merupakan program nasional ini menjadi konsentrasi pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. 

Kali ini, BKKBN pusat menggelar sosialisasi yang dikemas dalam doa bersama serta promosi kesehatan reproduksi dan percepatan penurunan stunting berbasis pondok pesantren bersama Mbah Nun. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Ponpes Segoro Agung, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin malam 26 Desember 2022 kemarin.

Selain dihadiri langsung Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, hadir pula Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto. 

Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo menjelaskan, stunting adalah gagal tumbuh dan kembang pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi secara kronis. 

Hasto menyebut, berdasarkan data 2021, angka stunting Indonesia mencapai angak 24,4 persen.

"Indonesia tidak seharusnya angka stuntingnya tinggi. Karena secara geografis, Indonesia terletak di garis khatulistiwa. Tanah subur dan iklim pun stabil," katanya. 

Hasto mengajak, seluruh yang hadir dalam agenda kali ini, bisa bersama-sama berkomitmen untuk mencegah kelahiran bayi stunting.

"Mari kita siapkan baik-baik, calon ibu calon ayah, kesehatan reproduksi harus benar-benar sehat dan terjaga. Sehingga tidak akan terjadi lagi penambahan angka stunting," tuturnya. 

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto

Sementara itu, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan, percepatan penurunan stunting merupakan tanggungjawab bersama yang harus diselesaikan bersama. 

"Bukan hanya pekerjaan BKKBN, ini juga pekerjaan saya, saya akan bekerja sekeras kerasnya untuk rakyat, termasuk mendukung percepatan penurunan stunting," tuturnya. 

Pada kesempatan ini, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati juga berpesan, agar generasi muda terutama calon ibu untuk selalu memperhatikan kebutuhan gizi guna meminimalkan kemungkinan terjadinya stunting terhadap calon anaknya nanti. 

Menurutnya, remaja putri yang merupakan calon ibu di kemudian hari, sejak dini minimal tidak menderita anemia atau kekurangan darah.

"Darah adalah sel yang berfungsi menghantarkan gizi ke seluruh bagian tubuh, jadi kalau tidak anemia, kebutuhan gizi bisa tersalurkan dengan sempurna," tuturnya. 

Tak hanya itu, Bupati Ikfina juga berpesan kepada para ibu hamil, agar terus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan gizi untuk janin selama mengandung.

"Sejak dalam kandungan, kebutuhan gizi harus terus diperhatikan, sehingga bayi sudah sehat sejak dalam kandungan," terangnya. 

Melalui sosialisasi kali ini, diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan stunting ri Indonesia. Hal ini tentunya guna menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 mendatang. (**)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Gandeng Cak Nun, Bupati Mojokerto dan BKKBN Sosialisasikan Percepatan Penurunan Stunting

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT