Selasa, 28 Juni 2022
Pemerintahan

Kabupaten Malang Jadi Piloting Model Pengelolaan Sampah Plastik Di Indonesia

profile
Senopati

18 Mei 2022 23:01

395 dilihat
Kabupaten Malang Jadi Piloting Model Pengelolaan Sampah Plastik Di Indonesia
Bupati Malang H.M Sanusi (dua dari kiri) bersama Presiden the Alliance, Jacob Duer (kiri) saat peluncuran program 'Bersih Indonesia'. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Bertempat di Pendopo Kepanjen Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Malang menjadi yang pertama peluncuran program 'Indonesia Bersih'.

Dipilihnya Kabupaten Malang dalam peluncuran program tersebut, tidak lepas dari pengelolaan sampah yang berada berada Tempat Pembuangan Akhir dan Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen Kabupaten Malang.

Bupati Malang, H M Sanusi mengatakan, visi misi Kabupaten Malang untuk mewujudkan kabupaten yang bersih dari sampah menjadi.

"Diharapkan hal tersebut menjadi semangat untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah," kata Sanusi, Rabu siang (18/5/2022).

Sinergitas lintas lembaga dan dukungan masyarakat, lanjut dia, menjadi kunci untuk pengembangan pengelolaan sampah lebih holistik.

"Mendatang, ini akan menjadi model penanganan sampah dengan mengoptimalkan kinerja pelayananan Pemerintah Daerah," imbuh Sanusi.

Melalui program 'Indonesia Bersih', masih kata Sanusi, Kabupaten Malang optimis untuk dapat memberikan pelayanan sampah yang optimal.

"Pengelolaan sampah harus berkelanjutan, demi mewujudkan ini, inovasi kelembagaan, pelayanan, regulasi dan dukungan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan," ungkap Sanusi. 

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen besar terhadap pengelolaan sampah dengan menargetkan bahwa 70 persen sampah dikelola dengan baik pada tahun 2025, serta pengurangan sampah plastik laut sebanyak 70 persen pada tahun yang sama.

"Dengan pengelolaan sampah yang baik dan pengurangan sampah plastik pada tahun 2025 menjadi komitmen kami terhadap pengelolaan sampah di Indonesia, dan khususnya di Kabupaten Malang," jelas Abah Sanusi panggilan akrabnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan membeberkan, bahwa program Indonesia Bersih merupakan program yang dibahas oleh the Alliance pada bulan Februari dan disepakati menjadi program nasional Indonesia, dengan pemilihan lokasi piloting pertama Kabupaten Malang.

"Untuk menyelesaikan masalah sampah, sudah tidak bisa dilakukan dengan cara biasa, tapi harus dengan inovasi dan kolaborasi semua pihak, beber Luhut melalui virtual.

Luhut menambahkan, pengelolaan sampah ini harus ada model pengelolaaan dengan prinsip ekonomi sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi sampah plastik,.

"Pengembangan ekonomi hilir untuk mengambil daur ulang di Kabupaten Malang menjadi bahan baru untuk industri," imbuh Luhut.

Sedangkan Presiden the Alliance, Jacob Duer menerangkan, program Indonesia Bersih untuk mengeliminasi sampah plastik hasil pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan proyek dua tahun, dan berkomitmen untuk mengimplementasikan tahap pertama di Malang.

"Kami sangat antusias untuk memulai program ini, serta berharap dapat menjalin kerjasama terus lebih erat lagi dengan Pemerintah Pusat maupun Daerah serta mitra proyek kami," jelas dia.

Untuk sektor swasta, harus menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang dapat mendukung pencapaian target Indonesia bebas sampah plastik," pungkas Jacob Duer.

Saat program ini berjalan sepenuhnya, yang menargetkan untuk mengalihkan lebih dari 50.000 ton plastik setiap tahunnya.

Ia menambahkan, dengan tingkat daur ulang sekitar 60 persen dan nantinya akan membuka lapangan kerja baru sebanyak 3000 orang dengan biaya untuk program tahap satu ini sebesar 29 juta USD yang sepenuhnya ditanggung the Alliance. (Nes)

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kabupaten Malang Jadi Piloting Model Pengelolaan Sampah Plastik Di Indonesia

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT