Senin, 28 November 2022
Pemerintahan

Kerja Keras Bebas Cemas', Strategi Komunikasi BPJamsostek Gaet Kepesertaan Jamsos

profile
Ikhwan

21 Oktober 2022 11:01

332 dilihat
Kerja Keras Bebas Cemas', Strategi Komunikasi BPJamsostek Gaet Kepesertaan Jamsos
Program BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi

BANYUWANGI - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja mencapai 135,61 juta orang. Dari angka tersebut 60 persen diantaranya bekerja di sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

Catatan data itu jelas menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk terus meningkatkan coverage kepesertaan. Pasalnya hingga September 2022, total jumlah peserta aktif BPJAMSOSTEK adalah sebesar 35,6 juta, dimana di dalamnya terdapat pekerja BPU sejumlah 4,6 juta. 

Berkaca pada hasil riset yang dilakukan BPJAMSOSTEK, banyaknya pekerja BPU yang belum terdaftar sebagai peserta disebabkan masih kurangnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial. Selain itu mayoritas beranggapan bahwa BPJAMSOSTEK hanya diperuntukkan bagi pekerja formal seperti pekerja kantoran. 

Menyikapi hal tersebut, BPJAMSOSTEK melaunching sebuah strategi komunikasi baru dengan mengusung tema “Kerja Keras Bebas Cemas”.

Strategi ini secara resmi diperkenalkan oleh Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo lewat sebuah drama musikal yang menggambarkan kegelisahan para pekerja saat mengalami kecelakaan kerja serta perjuangan mereka untuk meraih masa depan yang sejahtera.

Gelaran ini sekaligus dijadikan momentum untuk kembali menegaskan bahwa seluruh pekerja berhak atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Negara melalui BPJAMSOSTEK hadir untuk memastikan setiap pekerja Indonesia, apapun profesinya, apapun yang Anda kerjakan, Anda berhak untuk sejahtera, Anda berhak untuk dilindungi," ungkap Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo.

BPJAMSOSTEK menargetkan hingga akhir tahun 2026 akan memiliki 70 juta peserta aktif. Anggoro optimis mampu memecahkan target tersebut menggunakan berbagai strategi, salah satunya pendekatan langsung kepada setiap sektor pekerja BPU seperti nelayan, petani, pedagang maupun profesi lainnya dengan cara dan bahasa yang sesuai karakternya masing-masing.

BPJAMSOSTEK juga terus berupaya untuk mengerti kebutuhan para pekerja sehingga diharapkan mereka juga akan lebih mudah memahami pentingnya menjadi peserta BPJAMSOSTEK untuk melindungi diri dari segala risiko yang mungkin terjadi saat mereka bekerja. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK yang diwakili oleh Subchan Gatot turut memperkuat komitmen Direksi dalam melindungi lebih banyak pekerja BPU.

"Program ini memang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat luas karena memang masyarakat kita mayoritas bekerja di sektor informal.Oleh karena itu kita coba sasar sektor tersebut dengan lebih masif lagi sehingga di tahun 2026 BPJAMSOSTEK bisa mengcover pekerja BPU lebih banyak lagi yaitu sekitar 25 persen dari total target kepesertaan secara keseluruhan," ungkap Subchan.

Seperti yang diketahui dengan cukup membayar iuran sebesar Rp36.800 per bulan, pekerja BPU bisa mendapatkan perlindungan 3 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT). Masing-masing program tentu memiliki manfaat yang beragam, mulai dari perawatan tanpa batas biaya jika terjadi risiko kecelakaan kerja, santunan kematian sebesar Rp42 juta dan beasiswa pendidikan anak dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta tabungan yang dapat dimanfaatkan ketika memasuki hari tua.

Anggoro menambahkan kini BPJAMSOSTEK juga semakin dekat dengan para pekerja BPU karena proses pendaftaran dan pembayaran iuran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) serta kanal kerjasama lainnya.

"Tunggu apa lagi, ayo semua pekerja Indonesia pastikan diri anda terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK agar bisa kerja keras dan bebas dari cemas," kata Anggoro. 

Terpisah Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Eneng Siti Hasanah siap mendukung BPJamsostek memenuhi target 70 juta peserta aktif.

Saat ini jumlah tenaga kerja di Banyuwangi yang sudah terlindungi Jamsos terbilang masih minim. Yakni sebanyak 123 ribu tenaga kerja atau sekitar 19%, di mana masih ada sekitar 524 ribu lagi tenaga kerja yang belum terlindungi.

Sebagai upaya untuk menggaet kepesertaan, tim BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi aktif turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi.

Seperti yang dilakukan tiga hari lalu, tim belusukan ke pasar untuk memberikan sosialisasi kepada para pedagang.

Dalam kesempatan itu tim berhasil menggaet sebanyak 21 (dua puluh satu) pedagang yang mendaftar BPJS Ketenagakerjaan dalam segmentasi Bukan Penerima Upah (BPU).

"Potensi di pasar ini sebanyak 200 pedagang. Targetnya seluruh pedagang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, karena program ini sangat penting dengan manfaatnya yang besar," ujarnya.

Selain itu, lanjut Eneng, BPJS Ketenagakerjaan akan terus sosialisasi ke pasar lainnya yang ada di Kabupaten Banyuwangi demi mensukseskan program pemerintah pusat ini.

"Kami berharap para pekerja di wilayah Banyuwangi dapat terlindungi dari risiko sosial dengan mendaftarkan pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," tandasnya.

Publisher : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kerja Keras Bebas Cemas', Strategi Komunikasi BPJamsostek Gaet Kepesertaan Jamsos

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT