Kamis, 11 Agustus 2022
Pemerintahan

Komisi I DPRD Banyuwangi Hearing bersama Apindo dan Perhutani, Bahas Permasalahan Pengelolaan Gunung Ranti

profile
Ikhwan

01 Agustus 2022 19:57

391 dilihat
Komisi I DPRD Banyuwangi Hearing bersama Apindo dan Perhutani, Bahas Permasalahan Pengelolaan Gunung Ranti
Hearing DPRD Banyuwangi bersama APINDO dan KPH. (SJP)

BANYUWANGI - DPRD Banyuwangi melalui Komisi I menerima hearing dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan KPH Banyuwangi Barat, Senin (1/08/2022).

Hearing ini membahas tentang pengelolaan lahan hutan yang ada di wilayah Gunung Ranti.

Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Irianto mengatakan hearing ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari surat yang dikirim Apindo terkait permasalahan pengelolaan Gunung Ranti dengan Perhutani KPH Banyuwangi Barat.

Sebelumnya pengelolaan Gunung Ranti dilakukan perseorangan melalui Perjanjian Kerjasama (PKS). Namun kemudian terhenti ditengah jalan dan di take over kepada salah satu anggota Apindo yang membidangi pertanian,perkebunan dan kehutanan.

“Permintaan dari teman-teman Apindo, pengelolaannya langsung di takeover dari perseorangan ke Apindo, namun Perhutani kan punya aturan," ucap Irianto.

Dalam hearing itu akhirnya berhasil ada rumusan yang diputuskan untuk solusi permasalahan tersebut.

"Perhutani tidak keberatan Apindo mengelola lahan di Gunung Ranti, karena Perhutani butuh mitra apalagi banyak masyarakat yang dilibatkan," ungkapnya.

Terpisah Sekretaris DPC Apindo Banyuwangi, Danu Budiyono mengatakan, bahwa Perjanjian Kerjasama atau PKS oleh anggota Apindo dengan pihak perhutani, KPH Banyuwangi Barat, sudah berjalan 3 tahun terakhir. 

Dalam PKS tersebut, Apindo Banyuwangi telah menanam pohon alpukat sekitar 400 hektare. 

Namun, ada kendala pada 7 bulan terakhir ini, kata dia, Apindo diminta untuk melakukan PKS dengan Adm. Banyuwangi Barat khusus untuk mengelola Gunung Ranti dan hutannya seluas 170 hektar.

Apindo bidang pertanian perkebunan dan kehutanan telah melakukan PKS dengan perhutani sudah hampir 3 tahun. Dari PKS tersebut sudah 400 hektar yang telah ditanami paohon alpukat. 

Namun ada kendala di akhir ini dimana 7 bulan terakhir ini Apindo diminta untuk PKS dengan ADM Banyuwangi Barat khusus untuk mengelola Gunung Ranti dan hutannya seluas 170 hektar.

"Namun ada kendala 7 bulan terakhir ini, kita diminta untuk PKS dengan Adm Banyuwangi Barat, khusus untuk mengelola Gunung Ranti dan hutannya, seluas 170 hektare. Tahapan- demi tahapan demi PKS itu banyak yang harus dilalui," ucap Danu.

Selain itu, Apindo juga telah menanam 5 ribu pohon alpukat. Bahkan, dalam prosesnya melibatkan LMDH hingga warga sekitar, yang menyatakan semua menyetujui. Termasuk tim monitoring bentukan ADM Banyuwangi Barat juga telah setuju.

"Meski semua sudah tandatangan dari bawah sampai atas, ADM Banyuwangi Barat tidak mau tandatangan. Alasannya apa kita tidak tahu, kita juga sudah mencoba komunikasi, tidak ditemui, kirim surat, bahkan somasi kita belum dibalas," ungkap Danu.

Atas dasar itu, Apindo Banyuwangi mengajukan hearing kepada Komisi I DPRD Banyuwangi. Sebab, hingga hari ini dalam mengelola Gunung Ranti, Apindo telah menelan biaya ratusan juta rupiah. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Komisi I DPRD Banyuwangi Hearing bersama Apindo dan Perhutani, Bahas Permasalahan Pengelolaan Gunung Ranti

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT