Rabu, 17 Agustus 2022
Pemerintahan

Lewat Budidaya Magot, Bank Sampah Banyuwangi Kurangi 1 Ton Limbah Organik Per Hari 

profile
Ikhwan

20 Juli 2022 18:38

473 dilihat
Lewat Budidaya Magot, Bank Sampah Banyuwangi Kurangi 1 Ton Limbah Organik Per Hari 
Proses budidaya magot di Bank Sampah. (SJP)

BANYUWANGI - Berbagai upaya dilakukan Banyuwangi untuk mengurangi populasi sampah di wilayah setempat. 

Lewat berbagai program nyatanya upaya itu cukup efektif untuk mengurangi sampah-sampah tersebut.

Seperti Bank Sampah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi ini. Lewat budidaya maggot atau larva lalat Bsf efektif mengurangi 1 ton sampah organik per harinya.

Budidaya belatung maggot itu dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi.

Terdapat puluhan petak budidaya maggot di tempat tersebut. Setiap maggot diklasifikasikan berdasarkan ukurannya.

Koordinator Bank Sampah Banyuwangi, Agus Supriadi mengatakan, budidaya maggot ini kembangkan untuk mengurangi volume sampah organik.

"Utamanya sampah organik dapur (SOD). Kapasitas kami bisa 100 kilo maggot sehari dengan kapasitas pakan per harinya kurang lebih 1 ton sampah organik," jelas Agus saat ditemui di lokasi.

Agus juga menerangkan, maggot mengkonsumsi limbah organik, selama seminggu belatung yang dihasilkan sudah bisa dipanen.

"Dari pembibitan yakni baby maggot sampai nanti penjualan (panen), hanya membutuhkan waktu satu Minggu. Tergantung makanan itu sendiri," kata Agus.

Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik 2 sampai 5 kali bobot tubuhnya selama 24 jam. Satu kilogram maggot dapat menghabiskan 2 sampai 5 kilogram sampah organik per hari.

"Segerombolan maggot ini hanya membutuhkan kurang lebih 30 menit, sampah organik sudah bisa terurai," imbuhnya.

Disampaikan Agus, selain bisa mengurai sampah organik, ternyata maggot juga memiliki nilai rupiah. Jangkauan pasar maggot adalah peternak lele, peternak ayam hingga peternak ikan hias. 

"Setiap hari kita bisa menghasilkan 75 - 100 kilo maggot, dengan harga per kilogramnya Rp 6 ribu - Rp 7 ribu. Bahkan kami masih kekurangan stok dari permintaan konsumen," ungkapnya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan perluasan pengembangan budidaya maggot melalui mitra Bank Sampah, yang tersebar di sejumlah daerah di Banyuwangi.

"Kita kembangkan dengan beberapa mitra yang sudah ada. Mulai dari Banyuwangi Kota sampai Rogojampi dan Jajag. Itu tanpa modal, mereka kita berikan bibit secara gratis, melakukan pembesaran, mereka juga tidak kesulitan pemasaran. Karena kita yang membelinya," tandas Agus. (*)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Lewat Budidaya Magot, Bank Sampah Banyuwangi Kurangi 1 Ton Limbah Organik Per Hari 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT