Selasa, 28 Juni 2022
Pemerintahan

MUI Banyuwangi Sebut Ternak Terjangkit PMK Tidak Layak Dijadikan Hewan Kurban

profile
Ikhwan

15 Juni 2022 10:22

420 dilihat
MUI Banyuwangi Sebut Ternak Terjangkit PMK Tidak Layak Dijadikan Hewan Kurban
Penjelasan MUI Banyuwangi terkait kriteria hewan Qurban. (SJP)

BANYUWANGI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi menyebut ternak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku tidak layak dijadikan kurban. Karena syarat kurban, ternak haruslah dipastikan sehat.

Kebijakan itu termaktub dalam Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ketua MUI Banyuwangi KH Muhammad Yamin mengatakan, saat penyembelihan kurban yang jatuh pada tanggal 10 - 13 Dzulhijjah mendatang ternak haruslah dipastikan sehat. Ternak yang sakit tidak sah untuk dijadikan hewan kurban.

"Meski gejala ringan PMK tidak boleh, hewan kurban harus sehat dan bersih. Korengan gitu aja tidak boleh," kata Yamin, Selasa kemarin 14 Juni 2022.

Namun akan berbeda ketika ternak yang terjangkit PMK itu sembuh dalam rentang waktu 10 - 13 Dzulhijjah. Ternak tersebut masih sah dan layak untuk digunakan kurban.

"Kalau sudah sehat baru diperbolehkan, makanya nanti diperiksa dulu oleh petugas kesehatan didaerah penyembelihan kurban setempat," ujarnya.

MUI Banyuwangi bersama unsur akademisi dan SKPD terkait tengah melakukan pembahasan mengenai mekanisme penyembelihan kurban selama wabah PMK. 

Terpisah, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Pangan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan, PMK adalah virus yang menyerang ternak berkuku belah.  

Penyakit itu tidak menular pada manusia dan daging hewan yang terpapar PMK masih bisa dikonsumsi.

Di momen Idul Adha, dinas sebetulnya merekomendasikan penyembelihan dilakukan di rumah pemotongan hewan.

Namun karena hal tersebut dirasa tidak memungkinkan sehingga penyembelihan kurban ditempat umum tetap diperbolehkan.

"Tetap diizinkan di luar (tempat umum) namun dengan persyaratan khusus, apa saja yang harus disiapkan panitia dan lain sebagainya. SOP (standar operasional prosedur) masih kita siapkan," kata drh Nanang.

Panitia penyembelihan kurban, lanjut Nanang, diharapkan juga berkoordinasi dengan Satgas PMK di wilayah masing-masing.

Sehingga sebelum penyembelihan itu berlangsung, satgas nantinya akan melakukan survei kelayakan tempat maupun kesehatan hewan kurbannya.

"Segera lapor kepada kepada kami atau satgas yang ada di setiap kecamatan. Sehingga kami bisa segera di tindak lanjuti untuk meninjau lokasi serta hewan kurban tersebut," ujarnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

MUI Banyuwangi Sebut Ternak Terjangkit PMK Tidak Layak Dijadikan Hewan Kurban

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT