Rabu, 17 Agustus 2022
Pemerintahan

P2TP2A Banyuwangi Siap Kawal Kasus Pencabulan Santri Sampai Tuntas

profile
Ikhwan

09 Juli 2022 06:57

412 dilihat
P2TP2A Banyuwangi Siap Kawal Kasus Pencabulan Santri Sampai Tuntas
Kadinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini. (SJP)

BANYUWANGI - Kasus pemerkosaan dan pencabulan yang terjadi di salah satu ponpes di Banyuwangi cukup menyita perhatian masyarakat. 

Hal itu lantaran tersangka dalam kasus ini adalah pria berinisial Fz yang tak lain adalah pengasuh ponpes tersebut.

Selain menggemparkan masyarakat, kasus ini sendiri juga menyisakan trauma bagi para korban maupun keluarga. Apalagi 6 santri yang menjadi korban adalah anak di bawah umur.

Menanggapi hal itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak kabupaten setempat, berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Melalui bidang Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dinas bakal melakukan pendampingan pada korban. 

Baik itu pendampingan hukum maupun pendampingan pemulihan psikis korban.

"Proses hukum baik itu saat di polres hingga peradilan di persidangan akan kita kawal sampai tuntas," kata Kadinsos PPKB Henik Setyorini, Jumat kemarin, 8 Juli 2022.

P2TP2A, dikatakan Hendik, juga turun langsung ke masyarakat untuk melakukan advokasi.

"Dalam artian, meminta masyarakat untuk bisa memahami kasus tersebut," katanya.

Anak-anak yang dicabuli oleh Fz, menurut Henik adalah korban, sehingga perlu dikuatkan mental dan psikisnya.

Ia menegaskan, Dinas Sosial juga menyediakan psikolog maupun psikiater yang sewaktu-waktu dibutuhkan akan selalu siap.

"Kita sudah siapkan psikolog namun keluarga korban sementara ini mengaku belum butuh dan meminta pemulihan korban dilakukan secara mandiri. Tapi sewaktu-waktu dibutuhkan kami selalu siap," ujarnya.

P2TP2A juga menggandeng lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK).

"Artinya dinas juga berupaya memberikan jaminan keamanan tidak hanya bagi korban namun juga bagi saksi," imbuh dia.

Hingga saat ini, masih kata Henik, dinas terus berkomunikasi intens dengan keluarga untuk melihat sejauh mana perkembangan psikologis dari para korban.

"Kita intens komunikasi dengan keluarga korban," tandasnya.

Sebagai informasi, pada awal bulan Juni 2022 lalu, pimpinan ponpes di Banyuwangi berinisial Fz, dilaporkan ke kepolisian atas dugaan kasus pemerkosaan dan pencabulan. 

Sedikitnya ada 6 santri yang mengaku menjadi korban tindak asusila Fz. Santri itu 5 perempuan dan 1 orang laki-laki.

Setelah hampir 1 bulan buron, Fz akhirnya berhasil dibekuk di tempat persembunyiannya yang berada di Lampung Utara.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Fz mengakui telah melakukan tindak asusila pada santrinya.

Karena barang bukti maupun alat bukti sudah lengkap, Fz resmi ditetapkan tersangka. 

Sementara ini pria tersebut ditahan di rutan Mapolresta Banyuwangi.

Ia disangkakan dengan pasal perkara persetubuhan atau pencabulan anak dibawah umur dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara. (*)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

P2TP2A Banyuwangi Siap Kawal Kasus Pencabulan Santri Sampai Tuntas

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT