Senin, 27 Juni 2022
Pemerintahan

Pastikan Kurban Bebas PMK, Pemkab Banyuwangi Bakal Lakukan Sertifikasi Ternak 

profile
Ikhwan

21 Juni 2022 07:06

406 dilihat
Pastikan Kurban Bebas PMK, Pemkab Banyuwangi Bakal Lakukan Sertifikasi Ternak 
Penanganan intensif kepada hewan ternak, mengantisipasi terjangkit PMK. (SJP)

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bakal mensertifikasi ternak yang bakal dijadikan kurban di Hari Raya Idul Adha. 

Regulasi itu diterbitkan, untuk memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, M Khoiri mengatakan, dinas ingin memastikan hewan ternak sehat dan aman.

Selain itu sertifikasi bebas PMK diterbitkan untuk mencegah penyakit tersebut tidak kian menyebar secara masif.

"Demi keamanan dan kenyamanan saat berkurban, kami buat aturan penjualan sampai lokasi pemotongan ternaknya," katanya kemarin, Senin 20 Juni 2022.

Khoiri memaparkan, jika program ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit, serta memastikan produk ternaknya aman dikonsumsi masyarakat.

Secara teknis sertifikasi dilakukan dengan melakukan pengecekan di tempat penjualan ternak. Selanjutnya ternak juga dilakukan pemeriksaan. 

Setelah dipastikan otoritas veteriner akan menerbitkan Sertifikat Veteriner (SV) atau surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

"Kami lakukan sertifikasi di tempat-tempat penjualan ternak. Selain memastikan lokasinya telah memenuhi standar, kami juga lakukan pemeriksaan kesehatan pada ternaknya. Jika semuanya aman, akan kita pasang stiker khusus," papar Khoiri.

Pihaknya mengimbau masyarakat membeli ternak di tempat penjualan yang sudah tersertifikasi. Sehingga ternak dipastikan aman dan penyebaran penyakit bisa diminimalkan.

"Masyarakat kami imbau untuk membeli hewan kurban di tempat-tempat yang telah tersertifikasi, sehingga ada jaminan hewan kurban yang dibeli sehat dan bebas dari PMK maupun penyakit hewan lainnya," cetusnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, menambahkan pemotongan hewan kurban disarankan dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). 

"Selama Idul Adha masyarakat dibebaskan jasa retribusi RPH," ujarnya.

Jika pemotongan dilakukan di tempat pemotongan hewan sementara (TPHS), panitia diwajibkan untuk melapor.

"Laporkan kepada kami atau satgas yang ada di setiap kecamatan, sehingga kami bisa segera meninjau lokasi serta memeriksa kesehatan hewan kurbannya," ujarnya.

Pemeriksaan hewan kurban tidak hanya dilakukan sebelum pemotongan, namun juga setelahnya.

Hal ini guna memastikan produk ternak tersebut layak dan aman dikonsumsi masyarakat.

"Bukan hanya PMK, kita juga pastikan daging kurban terbebas dari berbagai penyakit hewan lainnya. Seperti gangguan cacing pita dan sebagainya sehingga aman dikonsumsi," tegas Nanang.

Untuk memastikan hal itu, Disperta Pangan Banyuwangi mengerahkan tim khusus yang terdiri atas dokter hewan, tenaga medis dan para medis kesehatan hewan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, dan FKH Unair Banyuwangi.

Pihaknya lalu menjelaskan, bahwa daging dari ternak yang terjangkit PMK tetap aman untuk dikonsumsi dan tidak menyebabkan penyakit bagi manusia.

"Oleh karenanya, masyarakat jangan terlalu khawatir berlebihan," tambah Nanang. (*)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pastikan Kurban Bebas PMK, Pemkab Banyuwangi Bakal Lakukan Sertifikasi Ternak 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT