Kamis, 06 Oktober 2022
Pemerintahan

Pegawai Honorer Dihapus ? Ini Kata BKD Sidoarjo

profile
Krisna

31 Agustus 2022 14:34

275 dilihat
Pegawai Honorer Dihapus ? Ini Kata BKD Sidoarjo
Ilustrasi

SIDOARJO - Saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo mengidentifikasi pegawai honorer atau non-ASN di lingkungan pemkab. Identifikasi tersebut sesuai arahan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) terkait dengan rencana penghapusan tenaga honorer.

Plt Kepala BKD Sidoarjo Imam Mukri menjelaskan, penghapusan pegawai non-ASN itu tertuang dalam PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Pada Pasal 99 Ayat (1) disebutkan, pegawai non-PNS yang bertugas pada instansi pemerintah masih tetap melaksanakan tugas maksimal lima tahun setelah peraturan berlaku. Artinya, 28 November 2023 adalah batas akhir mereka melaksanakan tugas. Setelah 28 November, tidak ada lagi tenaga honorer.

PP tersebut dikuatkan dengan Surat Edaran (SE) Menteri PAN-RB Nomor B/185/M.SM.02.03/2022 tentang Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dalam SE itu disebutkan, hanya ada dua status pegawai pemerintah. Yakni, PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

”Saat ini sampai September, BKD kabupaten maupun provinsi melakukan pemetaan pegawai non-ASN. Mulai jumlahnya, lama bekerja, hingga lainnya,” jelas Imam. Rabu (31/8/2022). Hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

Namun, Imam menyatakan, belum ada petunjuk lanjutan terkait dengan penghapusan tenaga honorer tersebut. Apakah bisa langsung diisi pegawai honorer lama dengan menjadikan mereka sebagai PPPK, atau harus ada seleksi lanjutan, atau mengisi kekosongan tenaga tersebut dengan sistem outsourcing. Jika mereka dijadikan PPPK, sesuai UU tentang ASN, harus ada proses seleksi.

Pihaknya berharap ada kelonggaran jika nanti pegawai honorer direkrut lewat sistem seleksi. Misalnya, memberikan nilai tambah bagi pegawai honorer yang sudah lama mengabdi di Sidoarjo. ”Aspirasi-aspirasi itu sudah kami sampaikan saat rapat antar-BKD. Intinya, kami memperjuangkan nasib mereka karena sudah mengabdi,” jelasnya.

Apalagi, berdasar data BKD Sidoarjo, sampai saat ini ada 3.668 pegawai non-ASN di Pemkab Sidoarjo. Imam memastikan, mereka tentu tidak diberhentikan semua. ”Kalau langsung berhenti, nanti siapa yang kerja dong. Morat-marit malah. Tenaga mereka dibutuhkan. Usul kami, mereka tetap diberdayagunakan,” tuturnya.

Karena itu, dia meminta pegawai honorer di lingkungan Pemkab Sidoarjo tidak resah.

Editor : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pegawai Honorer Dihapus ? Ini Kata BKD Sidoarjo

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT