Selasa, 27 September 2022
Pemerintahan

Pemdes Jubung Target Zero Stunting, Lomba Masak Ikan Antar RW Digelar 

profile
Rochul

26 Agustus 2022 18:01

437 dilihat
Pemdes Jubung Target Zero Stunting, Lomba Masak Ikan Antar RW Digelar 
Kegiatan Lomba Memasak Ikan di Desa Jubung kecamatan sukorambi Jember. (SJP)

JEMBER – Guna memenuhi target Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, tahun 2023 menjadi desa yang Zero kasus Stunting, Pihak desa memanfaatkan potensi budidaya ikan Nila yang dilakukan warga yang kian hari kian meningkat dengan kegiatan lomba memasak dengan tema ikan.

Lomba yang diikuti oleh ibu-ibu dari 9 RW yang ada di Desa Jubung ini juga menghadirkan Arlan Adiwijaya seorang Chef Kapal Pesiar asal Banyuwangi untuk menjadi dewan juri dalam lomba antar RW yang digelar Jum'at, (26/8/2022).

Bhisma Perdana, Kepala Desa Jubung dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa lomba memasak dengan olahan ikan Nila ini, karena populasi dan potensi Ikan Nila yang dibudidaya warganya cukup melimpah.

Hal ini setelah dirinya mengkampanyekan kepada warganya, dengan ‘ancaman’ warga yang tidak makan ikan akan dicoret dari KK warga Desa Jubung.

“Kami melihat budidaya ikan Nila di desa kami cukup menjanjikan, hal ini tidak lepas dari kampanye kami untuk mewajibkan warga di desa kami untuk makan ikan minimal 3 kali dalam seminggu, agar mereka tidak kesulitan untuk mendapatkan ikan, sehingga warga kami ajak untuk budidaya ikan Nila,” kata Bhisma.

Bahkan pihaknya dalam mengkampanyekan agar warganya rajin makan ikan ini dengan ‘ancaman’ yang dipasang di kolam-kolam ikan warga, ‘ancaman’ berupa akan mencoret warga yang tidak makan ikan dari KK warga Desa Jubung terbukti manjur, walau ‘ancaman’ tersebut hanya untuk menarik minta warga agar gemar makan ikan.


“Tulisan akan mencoret warga dari KK Desa Jubung bagi yang tidak makan ikan, hanyalah sebuah himbauan humanis saja, tidak mungkinlah kami benar-benar mencoret warga dari KK, yang jelas tujuan kami baik, hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang budidaya ikan khususnya Ikan Nila,” jelas Bhisma.

Sementara Arlan Adiwijaya, dalam kesempatan yang sama mengatakan, bahwa penilaian lomba kreasi masak dan mengolah ikan ini, dirinya lebih menekankan pada 5 kriteria penilaian, yakni Tehnik memasak, Bahan yang dipilih, Filosopi makanan, Presentasi Makanan, dan nilai gizi yang dikandung dalam makanan.

“Penilaian lomba memasak ini kami memberikan 5 kriteria, yakni tehnik memasak, bagaimana ibu-ibu rumah tangga ini dalam memasak, memilih bumbu atau bahan yang akan dimasak, filosopi makanan seperti bagaimana dan dari daerah makanan tersebut berasal, bagaimana cara menyajikan masakan untuk dipresentasikan serta yang terakhir adalah kandungan gizi dalam makanan tersebut,” Ungkap Arlan.

Arlan menyatakan, bahwa secara umum, banyak kekurangan yang dilakukan oleh peserta lomba, terutama dalam memilih bahan makanan maupun cara mengolah makanan yang dilombakan pada hari ini, hal ini tidak lepas selama ini ibu-ibu yang ikut lomba belum mengetahui bagaimana tehnik yang benar dalam mengolah makanan.

“Mengolah makanan itu ada tehniknya, misal aturannya minyak goreng yang dibutuhkan harus dengan takaran sekian, penyedap rasa juga menggunakan takaran sekian, sedangkan di lomba ini, saya melihat ibu-ibu asal memasukkan minyak goreng tanpa menggunakan tehnik takaran, hal ini yang akhirnya menjadikan makanan menjadi Eneg atau istilahnya over cook di dunia kuliner, ya maklumlah pesertanya dari ibu-ibu rumah tangga,” beber Arlan.

Meski demikian, secara umum, dirinya mengapresiasi kegigihan ibu-ibu peserta lomba, terutama dalam hal penyajian, terlihat cukup bagus, dan hanya tinggal membutuhkan sentuhan dan didikan dalam memasak yang benar. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pemdes Jubung Target Zero Stunting, Lomba Masak Ikan Antar RW Digelar 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT