Kamis, 06 Oktober 2022
Pemerintahan

Pemkab Jember Libas Tambak Ilegal, Dari Puluhan Tambak Berdiri Hanya 3 Yang Berizin

profile
Rochul

01 September 2022 17:41

627 dilihat
Pemkab Jember Libas Tambak Ilegal, Dari Puluhan Tambak Berdiri Hanya 3 Yang Berizin
Sosialisasi Dan Penertiban dan Pemasangan Pengumuman Pelarangan di Sepanjang Jalan Pesisir Kecamatan Gumukmas Jember. (SJP)

JEMBER – Penertiban tambak ilegal berjumlah puluhan di Jalan lintas selatan tepatnya di Desa Kepanjen kecamatan Gumukmas Jember dilakukan oleh pemkab Jember.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan mengundang para pemilik tambak.

Pihak Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Jember juga menjelaskan terkait tim yang baru dibentuk pemkab Jember bagi tambak ilegal dan tambak yang memakai sempadan pantai.

Tujuan sosialisasi yaitu mengedukasi pengusaha tambak dan juga Masyarakat agar paham, karena tambak atau tanah yang mereka tempati adalah tanah negara, dan wajib untuk mengurus izin secara resmi.

"Sosialisasi kepada pemilik tambak sekaligus pemasangan papan pengumuman biar masyarakat pendapatan edukasi bahwa tanah sepanjang Sempadan dan pesisir itu semua pengelolanya harus sepengetahuan pemerintah daerah," kata Indra TP kepala dinas perikanan kelautan kabupaten Jember.

Tidak hanya itu saja, Kepala dinas juga menegaskan agar pengusaha tidak sekonyong konyong dengan se enaknya mendirikan bangunan atau usaha lainnya, maka dari itu kami pasang plakat jelas sementara 10 biji dan nanti akan kami perbanyak," imbuhnya.


Ditanya lebih lanjut ada berapa tambak yang sudah berizin, pihak Dinas Perikanan dan Kelautan menegaskan cuma ada 3 yang berizin.

Sementara hasil pencarian data untuk tambak yang sudah resmi legal yaitu tambak Vaname milik Delta Guna Sukses,(DGS) dan Anugrah Tanjung Gumukmas,(ATG).

Ditempat yang sama, pihak Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto saat dilokasi pemasangan plakat menegaskan, dan meminta agar masyarakat ikut mengawasi pemasangan dan jika ada yang mencabut larangan tersebut dimohon lapor polisi langsung.

"Masyarakat jangan takut, jika ada yang mencopot plakat ukuran 1 meter persegi ini langsung laporkan polisi," katanya.

Selain itu , David juga berharap para petambak udang mengurusi surat, jika memang tidak paham akan dibantu oleh pihaknya.

"Izinnya harus jelas dulu, ini kan tanah milik Pemkab dan jika ada kendala kita bantu dan pengelolaan limbah harus jelas karena sudah dikeluhkan para nelayan ini, mereka harus keluar biaya banyak untuk melaut," terangnya.


Sementara hasil dari sosialisasi di kantor balai desa, salah satu pemilik tambak bernama Iswahyudi mengaku akan melayangkan surat untuk Audensi 1-3 hari jika tambak mereka akan di tutup jika tidak berizin.

"Kami akan ikuti aturan dengan anjuran pemkab yang sekarang, dan kami mengelola lahan tidur menjadi lahan hidup demi jadi sumber ekonomi, dan selanjutnya kami gandeng investor demi memajukan wilayah sini," terangnya.

Sementara itu, ditanya soal akan dihentikan paksa jika tidak ada izin resmi pengelolaan tambak pihaknya juga akan melayangkan surat audensi.

"Jika mau di hentikan pemodal jelas tidak mau pak, Kami akan ajukan audensi secepatnya untuk Masalah ini," imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan keterangan Dinas Perikanan dan Kelautan, tambak yang berada di kawasan kecamatan Gumukmas memang semakin hari semakin ramai.

Dinas Perikanan dan Kelautan Jember, mensinyalir dikawasan tersebut diduga ada praktik mafia tanah yang sengaja menjual lahan kepada investor.

Selanjutnya, pada tanah tersebut dibangun tambak udang tanpa surat izin yang jelas.

Ketika diberi teguran, pengelola berdalih tambak rakyat atau tradisional, meski jelas jika peralatan yang di pakai dengan kapasitas luasan tambak, adalah alat dengan biaya besar. (Ulum) 

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pemkab Jember Libas Tambak Ilegal, Dari Puluhan Tambak Berdiri Hanya 3 Yang Berizin

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT