Rabu, 07 Desember 2022
Pemerintahan

Pemprov Jatim Tinjau Lokasi Banjir Banyuwangi, Gubernur : Kita Fasilitasi untuk Relokasi

profile
Ikhwan

10 November 2022 07:57

320 dilihat
Pemprov Jatim Tinjau Lokasi Banjir Banyuwangi, Gubernur : Kita Fasilitasi untuk Relokasi
Gubenur Jatim tinjau langsung ke lokasi banjir bandang kalibaru, Banyuwangi

BANYUWANGI - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memfasilitasi relokasi hunian bagi korban terdampak banjir bandang Kalibaru, Banyuwangi.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi banjir, Rabu (9/11/2022).

Khofifah mengatakan kebutuhan korban banjir yang paling mendesak saat ini adalah hunian. Mengingat akibat banjir ada beberapa rumah warga yang rusak parah.

Dampak menjadi parah karena bangunan berdiri diatas sempadan sungai. Sehingga untuk efektifitas penanganan relokasi adalah satu-satunya solusi.

"Relokasi bisa menjadi opsi untuk penanganan selanjutnya, agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Khofifah.

Dia menyebut saat ini berbagai kebutuhan sudah mulai disiapkan. Opsi lokasi hunian bakal ditempatkan di lahan PTPN XII.

"Tempat ini sangat cocok sebagai lokasi relokasi, karena tidak jauh dari lokasi awal. Selain itu, lokasi relokasi menyambung dengan tempat awal masyarakat," ungkapnya. 

Pihaknya, mengakui dengan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, ada beberapa wilayah di Jatim yang terkena musibah banjir. Penanganan terbaik agar tidak terjadi hal sama, maka relokasi menjadi opsi yang akan dilanjutkan.

"Cuaca ekstrem yang terjadi memberikan dampak yang berbeda. Intensitas hujan tinggi, menyebabkan sungai atau palung kelebihan daya tampung. Kemudia air mengalir ke jalan dan rumah," pungkasnya. 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyiapkan skema untuk menangani banjir ini. Ada beberapa langkah yang sudah disiapkan.

Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan Salah satu skema rancangannya adalah membuat, saluran baru agar aliran air dari perkebunan tidak langsung melintas ke pemukiman penduduk.

Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo mengatakan, salah satu penyebab banjir tersebut karena curah hujan dengan intensitas tinggi mencapai 338 mm selama 4 jam. Ini membuat saluran air yang kecil tidak mampu menampung lonjakan debit air, sehingga air meluap ke pemukiman warga.

"Penanganan jangka pendek segera mengembalikan fungsi saluran yang rusak agar tidak mengganggu suplai air. Kami juga akan membuat afour saluran pembuangan perkebunan tebu diarahkan ke sungai besar agar aliran yang kecil ini tidak meluap lagi," kata Guntur.

Sementara Plt Kepala DPU CKPP Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan untuk relokasi sudah dibahas. Total ada 45 bangunan yang direlokasi.

Hunian akan dibangun menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT). Model bangunan adalah semi permanen.

Di kawasan hunian sementara ini juga dilengkapi fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) termasuk fasilitas pembuangan sampah.

"Kurang lebih ada 45 bangunan yang rusak parah. Kita sudah rapat dengan SKPD. Anggarannya akan dialokasikan dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Termasuk nanti bangunan yang didirikan di sempadan sungai juga akan kita relokasi. Kami masih koordinasi dengan warga dan Camat," ujar Danang.

Selain bangunan, lanjut Danang, salah satu yang segera dibangun adalah jembatan. Efek banjir ada 3 jembatan yang terputus.

"Tahun depan kita targetkan selesai," tegasnya.

Publisher : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pemprov Jatim Tinjau Lokasi Banjir Banyuwangi, Gubernur : Kita Fasilitasi untuk Relokasi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT