Rabu, 17 Agustus 2022
Pemerintahan

Problem Tata Kota Malang Menjadi Sorotan KAHMI 

profile
Doi

16 Juli 2022 15:44

528 dilihat
Problem Tata Kota Malang Menjadi Sorotan KAHMI 
KAHMI usai agenda diskusi membahas solusi tata ruang di Kota Malang. (SJP)

KOTA MALANG – Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Malang, melalui KAHMI Forum menggelar diskusi rutin di Gedung Graha Insan Cita (GIC). Kali ini pokok pembahasan adalah solusi tata ruang di Bumi Arema.

Diskusi yang dipandu langsung oleh Koordinator Kahmi Forum, Harianto, berjalan selama 2 jam lebih mengupas banyak hal berkaitan dengan perkembangan dan problem tata Kota Malang. 

Diskusi rutin KAHMI seri ke-2 kemarin malam, Jumat 15 Juli 2022, mengangkat tema tentang Desain Tata Kota Malang, antara ide dan realita.

Hadir sebagai narasumber diskusi yakni Dr Ir Ibnu Sasongko MT yang merupakan pakar tata ruang dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dan Adamsyach Adikara ST MT IAP adalah Ketua umum Ikatan Ahli Perencana (IAP) Jawa Timur. 

Ibnu Sasongko memaparkan, persoalan berkaitan dengan tata Kota Malang tidak cukup dipandang berdiri sendiri.

"Perlu dipisahkan terlebih dahulu persoalan kemacetan dan banjir yang disebabkan persoalan dalam Kota sendiri dan persoalan yang melibatkan daerah tetangga yaitu  Kota Batu dan Kabupaten Malang," jelas Ibnu.

Problematika tata kota, masih kata Ibnu, berujung pada persoalan klasik yaitu kemacetan dan banjir kota, merupakan tantangan yang belum terpecahkan hingga saat ini. 

"Dalam hal persoalan yang dari dalam Kota, dibutuhkan regulasi yang mengatur lalu lintas dan pejalan kaki, modernisasi angkutan umum, serta konektivitas jaringan draenase kota," urainya.

Dalam forum sama, Adamsyach menambahkan, ketegasan pemangku kebijakan dalam menerapkan Perda nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) adalah kunci.

"Hal itu karena perencanaan Kota Malang sudah tersusun dalam perda tersebut," menurutnya.

Adamsyach menyoroti banyak kasus ketidaksesuaian apa yang tertuang dalam Perda RTRW, dengan realitas pembangunan yang ada dilapangan.

Keterlibatan daerah tetangga Kota Batu dan Kabupaten Malang, dikatakan Idamsyach, juga sangat mempengaruhi persoalan banjir dan kemacetan di Kota Malang. 

"Oleh sebab itu, sangat diperlukan pemerintah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu duduk bersama untuk mewujudkan perencanaan daerah yang terintegrasi," beber dia 

Namun menurutnya, hal tersebut sejauh ini sulit untuk terwujud dikarenakan perbedaan kepentingan daerah masing-masing. 

"Dibutuhkan peran lembaga yang lebih tinggi dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Akan tetapi Provinsi hanya bisa membuat perencanaan terintegrasi lintas daerah jika Kota Malang berstatus Kota Metropolitan," jelasnya.

Kota Malang, dalam kacamata Idamsyach, dilihat dari aktivitas dan perkembangan Kota yang ada, seharusnya sudah bisa didorong untuk menjadi Kota Metropolitan. 

Sejalan dengan pemaparan sebelumnya, Hendri yang merupakan salah satu pengusaha dan praktisi di Kota Malang, mengungkapkan bahwa harus ada langkah-langkah strategis untuk mengatasi persoalan Kota Malang.

"Jika kita tidak segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi problem tata kota saat ini, maka mau tidak mau kita akan terus hidup bersama persoalan kemacetan dan banjir yang di Kota Malang," ujar Hendri.

Bahkan, lanjut Hendri,  jika tidak ada terobosan kebijakan akan berpotensi kondisinya terus memburuk. 

"Untuk itu, opsi yang realistis untuk mengatasi problematika Kota yang ada saat ini, memang perlu lebih banyak pihak untuk mendorong Kota Malang menjadi Kota Metropolitan," pungkas pengusaha ini. (Doi Nuri)

Editor: Redaksi 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Problem Tata Kota Malang Menjadi Sorotan KAHMI 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT