Rabu, 17 Agustus 2022
Pemerintahan

Ratusan Petani Situbondo Demo PG Asembagus, Tuntut Harga Tebu Naik  

profile
Sarwo

03 Agustus 2022 15:33

722 dilihat
Ratusan Petani Situbondo Demo PG Asembagus, Tuntut Harga Tebu Naik  
Korlap aksi H Syamsul Arifin SH saat menyampaikan orasinya didepan BP PG Asembagus. (Sarwo/SJP)

SITUBONDO - Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Asembagus, Situbondo, melakukan aksi demo di halaman Balai Pertemuan (BP) Pabrik Gula (PG) Asembagus, Situbondo, Rabu (3/8/2022).

Ada dua tuntutan yang disampaikan korlap aksi APTR Asembagus, Situbondo. Pertama, menuntut agar PG Asembagus menaikan harga tebu. Kedua meminta manajemen PG Asembagus lancar membayar uang tebu milik para petani.

Dalam orasinya, H Syamsul Arifin SH (55), salah seorang korlap aksi yang mewakili ratusan petani mengatakan, dirinya menuntut kenaikan harga tebu bukan tanpa alasan, mengingat PG Asembagus sudah direvitalisasi, sehingga PG Asembagus lebih canggih dari sejumlah PG di Kabupaten Situbondo.

“Makanya, kami menuntut kenaikan harga tebu ke manajemen PG Asembagus, karena PG Asembagus sudah direvitalisasi,”kata Syamsul Arifin kepada puluhan wartawan.

Tidak hanya itu,, pihaknya juga menuntut agar manajemen PG Asembagus lancar membayar uang milik para petani tebu.

“Sebelumnya manajemen PG Asembagus membayar uang petani  dalam sepekan dua kali, namun sekarang tujuh periode atau tiga minggu belum dibayar. Kini sudah dibayar yang empat periode dan tiga periode sisanya belum dibayar,”bebernya.

Dari hasil audensi dengan pihak PG Asembagus, sambung H Syamsul Arifin, dari tuntutan agar harga tebu dinaikan Rp 70 ribu, hanya dispakati Rp 65 ribu.

"Kami menuntut kenaikan harga per kwintal Rp 70 ribu dari harga awal Rp 64 ribu. Namun pihak PG Asembagus hanya menaikan Rp 1000 menjadi Rp 65 per kwintanya," tuturnya.

Kenaikan ini, sambung H Sayamsul, tidak sesuai dengan tuntutan petani yang meminta dinaikan Rp 70 ribu. Pihaknya akan terus berjuang menyampaikan aspirasinya ke Bupati Situbondo dan Gubernur Jatim. 

"Karena manajemen PG Asembagus tidak berpihak kepada petani, maka kami akan lanjut mengadukan tuntutan ini ke DPRD Situbondo, Bupati Situbondo dan Direksi di Surabaya serta Gubernur Jatim,”ujarnya.

Sementara itu, Asisten Manajer AKU PG Asembagus, Bima Sinarmoyo menyampaikan permintaan maaf kepada para petani atas keterlambatan pembayaran.

"Pembayaran tebu petani memang ada keterlambatan penyediaan dana dari kantor pusat (PT Perkebunan Nusantara XI) di Surabaya," jelasnya.

Untuk harga pembelian tebu petani, sambung Bima, PG Asembagus menyesuaikan dengan rendemen tebu yang sampai sekarang masih rata-rata 6,7 persen. 

"Karena cuaca yang tidak menentu sehingga kadar air berlebih akibat terjadi hujan. Memang di wilayah Asembagus tidak hujan, tapi di beberapa lokasi lain terjadi hujan sehingga berpengaruh pada kadar gula dalam batang tebu. Perusahaan kan membeli tebu petani, namun juga menyesuaikan kualitas tebunya," pungkas Bima. 

Dari pantauan suarajatimpost.com dilokasi, aksi demo damai yang digelar pukul 08.00 WIB hingga selesai pukul 11.00 WIB, berjalan lancar aman dan kondusif dengan pengamanan ratusan personil dari Polres Situbondo bersama anggota Kodim 0823 Situbondo, dibantu Dishub dan Satpol PP Kabupaten Situbondo (Sarwo).

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Ratusan Petani Situbondo Demo PG Asembagus, Tuntut Harga Tebu Naik  

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT