Selasa, 27 September 2022
Pemerintahan

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Koni Beri Perlindungan Bagi Atlet

profile
Ikhwan

13 September 2022 13:53

542 dilihat
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Koni Beri Perlindungan Bagi Atlet
Atlet Banyuwangi mendapatkan perlindungan kesehatan. (SJP)

BANYUWANGI - BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong setiap masyarakat terlindungi oleh jaminan asuransi. 

Tidak hanya bagi pekerja saja, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong kepesertaan bagi para atlet.

Sebagai upayanya, BPJS Ketenagakerjaan bersinergi dengan Komite Olahraga Nasional (KONI) untuk menjamin keselamatan atlet lewat jaminan asuransi.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Ekp Cahyo mengatakan atlet merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko tinggi. Persaingan ketat untuk menjadi juara membuat mereka harus berjuang mati-matian dan tak jarang hingga mengalami cedera.

Selain itu atlet juga rentan mengalami risiko sosial ekonomi, khususnya saat mereka memutuskan untuk pensiun dari dunia olahraga atau telah memasuki masa pensiun.

Kedua hal tersebut memacu BPJS Ketenagakerjaan dan KONI untuk menjalin kerja sama.

Kerjasama yang dibangun tidak hanya sebatas ucapan bibir, lebih jauh sinergi itu tertuang dalam kerjasama yang secara resmi ditandatangani oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Senin (12/9/2022) kemarin.

Kerja sama ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaam dengan KONI Pusat dan seluruh KONI di 34 Provinsi serta Pengurus Besar atau Pengurus Pusat 72 Cabang Olahraga (Cabor).

"Kita sering melihat para atlet mengalami cedera saat bertanding, namun karena tidak memiliki perlindungan mengakibatkan perawatannya tidak tuntas dan akhirnya mereka terpaksa mengakhiri karirnya. Hal ini sungguh disayangkan karena para atlet tersebut merupakan harapan bangsa. Oleh karena itu MOU dengan KONI agar kita bersama dengan KONI dapat mendorong setiap daerah untuk memastikan para atletnya telah terlindungi," ungkap Anggoro.

Pihaknya menegaskan komitmen kerjasama itu menjadi bentuk komitmen negara melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan para atlet memiliki perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian serta menjamin mereka memiliki hari tua yang sejahtera. 

BPJS Ketenagakerjaan dan KONI sepakat untuk mendorong seluruh cabor untuk mendaftarkan seluruh atletnya menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Tentunya hal ini juga dibarengi dengan sosialisasi bersama secara masif untuk membangun kesadaran akan pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJAMSOSTEK.

Terkait dengan perlindungan atlet tentu ini bukan yang pertama dilakukan, sebelumnya BPJAMSOSTEK telah melindungi seluruh atlet yang berlaga di Asian Games 2018, Olimpiade Tokyo 2020, PON XX Papua 2022 dan ASEAN Para Games 2022.

Lebih jauh Anggoro menjelaskan beragam manfaat yang bisa didapatkan para atlet diantaranya perawatan tanpa batas biaya sesuai indikasi medis hingga sembuh bagi atlet yang mengalami kecelakaan kerja yaitu cedera saat bertanding. Apabila dalam masa pemulihan dan tidak dapat berkompetisi untuk sementara waktu, BPJAMSOSTEK akan memberikan Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50% untuk bulan selanjutnya hingga sembuh. 

Selain manfaat tersebut, jika atlet meninggal dunia karena kecelakaan kerja saat bertanding, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Namun apabila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan yang akan diterima sebesar Rp42 juta. Selain itu 2 orang anak dari atlet juga akan mendapatkan beasiswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp174 Juta.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Sylvan Roderick Mandagi yang merupakan atlet hockey outdoor yang mengalami cedera saat bertanding di PON XX lalu. Dirinya membagikan pengalamannya mendapatkan perawatan dari BPJAMSOSTEK tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Selain itu sampai dengan saat ini dirinya masih mendapatkan STMB karena masih dalam masa pemulihan pasca operasi.

Anggoro kembali menekankan bahwa seluruh manfaat yang diterima Sylvan merupakan bukti negara hadir memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia. 

"Tentu dengan adanya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJAMSOSTEK para atlet dapat lebih fokus dalam berlatih dan bertanding, sehingga prestasi terus meningkat dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, selain itu keluarga juga akan merasa tenang dan terjamin apabila terjadi risiko yang dialami oleh atlet yang merupakan tulang punggung keluarga, ada manfaat yang juga diberikan oleh BPJAMSOSTEK," tutup Anggoro.

Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Eneng Siti Hasanah mengapresiasi sinergi BPJAMSOSTEK bersama dengan Koni tersebut.

Bagi Eneng, kerjasama tersebut wajib untuk dikembangkan ke setiap daerah yang ada di Indonesia. Sebab hal itu menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap atlet. 

"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi. Kami didaerah sebisa mungkin akan menindaklanjuti dengan menjalin sinergi dengan setiap stakeholder. Targetnya jelas agar setiap masyarakat faham dan menyadari pentingnya asuransi bagi kehidupan di masa mendatang," tandasnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Koni Beri Perlindungan Bagi Atlet

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT