Sabtu, 21 Mei 2022
Pemerintahan

Stunting 2022 Turun, Bupati Malang Minta Pemprov Jatim Ada Program Khusus 

profile
Senopati

21 Maret 2022 18:59

523 dilihat
Stunting 2022 Turun, Bupati Malang Minta Pemprov Jatim Ada Program Khusus 
Bupati Malang H.M Sanusi (kiri), Arumi Bachsin Ketua Tim Penggerak PKK Pempriv Jatim (tengah) dan Kepala BKKBN Jawa Timur. (Suara Jatim Post)

KABUPATEN MALANG – Berhasil tekan gizi buruk atau Stunting bagi Ibu menyusui dan anak, Kabupaten Malang capai angka 10 persen penurunan di tahun 2022.

Bupati Malang, H M Sanusi saat menerima kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin di Pendopo Kepanjen pekan lalu, berharap Pemprov Jatim ada Program khusus dalam penanganan gizi buruk bagi Ibu menyusui dan anak.

"Saya minta pada Ibu Arumi kalau bisa diprogramkan bantuan makanan bagi Ibu dan anak yang mengalami gizi buruk atau Stunting di Kabupaten Malang, Insyaallah pasti turun angka Stuntingnya," kata Bupati Malang du Pendopo Kepanjen, Senin (21/3/2022).

Pemerintah Pusat, masih kata Sanusi, beberapa waktu lalu juga turun ingin melihat langsung angka Stunting di Kabupaten Malang.

"Wakil Presiden Kyai Ma'ruf Amin atas peribtah Bapak Presiden yang langsung turun ke Malang, apa benar angka Stunting turun, saya dampingi meninjau beberapa wilayah kecamatan memang sudah zero (tidak ada gizi buruk), nanti kami selesaikan semua beberapa wilayah yang masih ada Stuntingnya," Sanusi.

Sanusi menambahkan, bahwa Stunting di Kabupaten Malang mengalami penurunan dari 14 persen pada tahun 2021 kemaren, tahun ini sudah turun pada angka 10 persen.

"Bu Arumi di Kabupaten Malang angka Stunting sudah turun pada angka 10,8 persen, semua berkat kerja keras Puskesmas, Bidan Desa dan Posyandu yang memberikan sosialisasi tentang gizi buruk, Alhamdulillah sudah bisa turun," beber dia.

Angka Stunting yang turun di kabupaten Malang dibarengi dengan turunnya angka  Stunting yang turun di beberapa Kecamatan, seperti Kecamatan Pagak, Pakisaji, Pujon.

"Di Kecamatan Pagak saat ini sudah zero (nol Stunting), Pakisaji juga zero dan di Pujon ada penurunan dari 4000 an Stunting sekarang sudah tersisa 400 an, kedepan kami akan selesaikan semua," tandas Bupati Malang.

Sanusi berharap, angka Stunting bisa turun lagi dari angka 10,8 persen ke angka 8 persen dengan memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat.

"Harapan saya nanti angka Stunting bisa turun lagi dua digit, saya minta Dinas Kesehatan bisa bersinergi dengan semua pihak, seperti dengan KUA sebelum menikah diberikan sosialisasi dn edukasi tentang Stunting ini serta dengan Dinas Pendidikan," pungkas Abah Sanusi. (nes)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Stunting 2022 Turun, Bupati Malang Minta Pemprov Jatim Ada Program Khusus 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT