Rabu, 07 Desember 2022
Pemerintahan

Terkait ADM, Begini Penjelasan Wakil Bupati Malang

profile
Senopati

23 September 2022 08:44

679 dilihat
Terkait ADM, Begini Penjelasan Wakil Bupati Malang
Didik Gatot Subroto saat ditemui awak media di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Sempat ramai di media sosial perihal mesin pencetak kependudukan yang dinilai tidak berfungsi maksimal dan terkesan pemborosan, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto memberikan tanggapan.

Mesin bernama Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), sebanyak 33  unit untuk 33 kecamatan, dinilai tidak berfungsi maksimal dan dinilai pemborosan.

Menyikapi rumor tersebut, Didik langsung turun tangan dan melakukan klarifikasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang.

Menurut Didik, pemberitaan yang beredar selama ini tentang tidak berfungsinya ADM dibeberapa kecamatan itu tidak benar.

"ADM ini berfungsi 27 unit di 27 kecamatan, sedangkan sisanya ada kendala di jaringan internet dan voltase listrik yang kurang, dan berdampak pada ADM tidak dapat dipergunakan secara maksimal," kata Wabup Malang, Kamis 22 September 2022 kemarin.

Wabup Malang menambahkan, 6 unit ADM berada di 6 kecamatan masih dalam tahap proses, Pemkab Malang masih melihat apa saja kerusakannya karena berhubungan dengan anggaran.

"Dari 33 unit ADM, ada 6 unit dalam tahap proses, karena berhubungan dengan anggaran jadi kami lihat apa saja kerusakannya," kata dia.

Selanjutnya, akan didalami apa saja kerusakannya, dan selanjutnya Dispendukcapil dan Dinas Komunikasi dan Informatika akan memperbaiki.

"Sedangkan yang 27 sudah clear dan sudah berfungsi dengan baik, akan tetap dimaksimalkan dan dirawat" terang pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Bahkan, Didik menekankan, belum maksimalnya sosialisasi terkait penggunaan ADM disetiap kecamatan yang menyebabkan masyarakat kurang memahami penggunaan ADM tersebut.

"Jadi yang terpenting adalah masyarakat kita yang tidak paham teknologi tentang penggunaan ADM tersebut, maka saya minta Dispendukcapil dan Kominfo untuk mensosialisasikan pada tingkat kecamatan, selanjutnya kecamatan ke pemerintahan desa, dan dari PemDes baru ke warga desanya," tegas Didik Gatot Subroto.

Didik melanjutkan, di tingkat PemDes baru pihak Dispendukcapil dan Kominfo memperkenalkan aplikasinya melalui media HP maupun lainnya, yang selanjutnya mencetak Adminduknya melalui ADM.

"Dalam sosialisasi itu, Dinas terkait memperkenalkan aplikasi tersebut pada masyarakat di desa bagaimana cara penggunaannya baru setelah itu mencetak Adminduknya melalui ADM," tandasnya 

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Harry setia Budi mengakui adanya permasalahan perangkat dan jaringan di beberapa kecamatan terkait penggunaan ADM.

"Ada beberapa kecamatan jaringan internetnya kurang bagus serta hampir semua kecamatan perangkat komputer kami kurang, minimal disetiap kecamatan ada dua perangkat komputer dengan spek tertentu dan kinerjanya berbasis online, jadi kalau semuanya bagus Insyaallah mempercepat pelayanan Adminduk di tingkat kecamatan," imbuh Harry.

Namun semua kembali pada anggaran, apabila Dispendukcapil pada Perubahan Anggaran Keuangan tahun 2022 ini diberi anggaran untuk alokasi kegiatan pengadaan tersebut.

"Mudah mudahan pada PAK tahun ini kami diberikan anggaran untuk alokasi kegiatan pengadaan perangkat komputer, agar pelayanan kami di tingkat kecamatan lebih maksimal lagi," pungkas Harry Setia Budi. (Seno)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Terkait ADM, Begini Penjelasan Wakil Bupati Malang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT