Kamis, 09 Februari 2023
Pendidikan

Angkat Motif Batik Bambu Khas Turen, SMKN 1 Turen Sabet Juara 3 Ajang Kreasi Batik Kabupaten Malang

profile
Senopati

02 Oktober 2022 14:58

652 dilihat
Angkat Motif Batik Bambu Khas Turen, SMKN 1 Turen Sabet Juara 3 Ajang Kreasi Batik Kabupaten Malang
Tiga pasang peserta yang meraih prestasi juara satu, dua dan tiga saat mendapatkan penghargaan dari panitia lomba. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Turen Kabupaten Malang membuat terobosan dan inovasi baru dengan menampilkan sepasang busana kasual dengan motif batik lokal khas Turen.

Konsep Batik bermotif bambu khas Kecamatan Turen itu, menyabet juara ke 3 pada ajang Zona Kreasi Batik Kabupaten Malang di museum Singhasari, Sabtu 1 Oktober 2022 kemarin.

Kepala Laboratorium Praktik Tata Busana SMKN 1 Turen, Rini Choiriyah,  mengatakan jika busana khas lokal Turen dibuat pelajar SMKN 1 Turen Kabupaten Malang.

Kekhasan baju batik ini, dikatakan Rini, lebih menonjolkan motif perpaduan gambar bambu dan topeng. 

"Busananya kasual, dengan dua corak warna dasar biru dan hijau turkey. Motifnya bambu, menggambarkan khas Turen dengan kekayaan pring (bambu), serta Malang yang terkenal topengnya," kata Rini.

Ia menjelaskan, makna filosofis motif batik yang dikenalkan dan warna-warni pada topeng menggambarkan karakter dan latar belakang masyarakat Kabupaten Malang yang beragam. 

Sementara, motif bambu bergerombol seperti karakter pohon bambu yang hidup bergerombol, dan membentuk satu kesatuan. 

"Dari paduan motif batik ini, bisa diartikan masyarakat Kabupaten Malang beragam karakter dan budayanya, namun hidup bersatu dan saling mendukung, sehingga akan tetap satu kesatuan membangun Kabupaten Malang," jelasnya. 

Sepasang busana batik khas kreasi SMKN Turen 1 ini dikenalkan dalam peragaan busana di acara Pesona Kreasi Batik Kabupaten Malang, yang digelar di Museum Singhasari.

"Batik yang kami tampilkan pada Pesona Kreasi Batik Kabupaten Malang di museum Singhasari adalah kreasi busana batik khas Turen, bahannya dari kain batik tulis yang dikerjakan langsung pengrajin setempat, dan bukan batik cetakan yang dijual di pasaran. Alhamdulillah berkat keuletan, ketelitian dan inovasi kreatif kami akhirnya bisa menjadi juara 3 diajang batik tingkat Kabupaten Malang," tandas Rini.

Soal kreasi busana sendiri, dikerjakan dengan proses yang tidak asal. Desainnya dibuat agak beda, bajunya asimetris dan bertumpuk-tumpuk dengan kombinasi dua warna kain. 

"Proses menjahitnya yang lumayan sulit, seperti menyatukan motif gambar batik, bambu yang utuh berdiri, dan tidak boleh putus-putus. Penyelesaian baju dalam waktu dua hari," kata Ita Dwi, penjahit baju yang merupakan siswa kelas XII Tata Busana-2. 

Ditambahkan pula manik-manik kristal dengan sulam payet, sehingga memberi kesan elegan dan glamour secukupnya. Sedangkan, model baju asimetris sendiri, agar penggunanya tetap terkesan muda. 

"Dengan manik manik kristal sulam payetakan memberi kesan elegan dan glamaur kental terasa serta penggunanya akan tetap muda," pungkasnya. (Seno)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Angkat Motif Batik Bambu Khas Turen, SMKN 1 Turen Sabet Juara 3 Ajang Kreasi Batik Kabupaten Malang

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT