Senin, 28 November 2022
Pendidikan

Bangun Pendidikan Karakter, SMPN 3 Lumajang Terapkan Sekarsari

profile
Achmad

05 November 2022 18:05

624 dilihat
Bangun Pendidikan Karakter, SMPN 3 Lumajang Terapkan Sekarsari
Kepala Sekolah SMPN 3 Lumajang, Muhammad Suhudi, saat memantau sejumlah wali murid mengecat halaman sekolah. (SJP)

LUMAJANG –  Program SEkolah berKARakter Sehat Aman Rapi bersIh (Sekarsari), alternatif SMP Negeri 3 Lumajang bangun siswa yang akademis dan berpendidikan karakter.

Pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk membangun karakter siswa supaya memiliki sifat atau ciri khas yang melekat pada diri seseorang dalam berperilaku sehari-hari.

Kepala Sekolah SMPN 3 Lumajang, Muhammad Suhudi MPd, meyakini bahwa Sekarsari dapat memberikan manfaat terhadap lembaga pendidikan yang telah melakukan kegiatan di lembaganya.

Mengembangkan peran wali murid yang berdampak positif, lanjut Sujudi, seperti karakter siswa yang menjadi lebih baik akan terus dilaksanakan.

"Persiapan di kelas, di halaman sekolah, dan di semua fasilitas mencerminkan kerapian, meningkatkan keamanan, lalu lintas di jalan raya dan sebagainya," papar dia, Sabtu (5/11/2022).

Sekolah yang berkarakter itu, masih kata Sujudi, dimulai dari siswanya yang mempunyai sikap sopan santun, yang dikembangkan dari sekolahnya, lantas diterapkan dilingkungan rumah.

"Salah satu langkah yang sudah kami laksanakan, yaitu sehat MCK, menjadi bersih, sehat, wangi, aman, nyaman dan rapi," tambahnya.

Mantan guru MAN Lumajang ini menambahkan, program Sekarsari, dilombakan di masing-masing wilayah, diawali di tingkat kecamatan, selanjutnya ke tingkat kabupaten.

"Tidak ada target khusus, yang jelas kami sudah berpartisipasi, jiwa kompetisi yang harus ditularkan. Karakternya yang dicontoh dan dapat dilaksanakan di rumahnya," bebernya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Drs Agus Salim MPd, ada cara membentuk karakter siswa  diantaranya dengan memberikan teladan.

Agus menegaskan, seorang guru selaku orang tua siswa di sekolah, harus selalu bertingkah laku baik dan berhati-hati dalam setiap berucap, atau berbuat sesuatu, supaya dapat menjadi teladan yang baik bagi siswa.

"Sering kali seorang guru diingat bukan saja karena pelajaran yang diajarkan, tetapi juga karena sifat yang dimilikinya, seperti sabar, tegas dan sebagainya," terang Agus.

Kedua, kata Agus Salim, sekolah bisa dengan memberikan penghargaan atau mengapresiasi siswa atas segala bentuk prestasinya.

"Pembentukan karakter siswa dengan cara seperti ini, tidak hanya membuat siswa lebih percaya diri, siswa juga akan semakin bersemangat dalam belajar karena merasa diakui dan dihargai," ungkap dia.

Bagi siswa lain, sambung Agus, hal ini dapat menjadi inspirasi sehingga mereka juga kan berusaha lebih baik selama proses belajar.

Selanjutnya, Agus menyampaikan, pengembangan karakter peserta didik juga dapat dilakukan dengan menyisipkan pesan moral dalam setiap pelajaran.

"Ajarkan siswa untuk mengambil hikmah dari setiap pelajaran yang dipelajari. Dengan demikian siswa dapat mengetahui bahwa ilmu yang sedang dipelajarinya memang penting untuk masa depannya," paparnya.

Dengan berlaku jujur dan open minded, menurut Agus Salim, hal ini penting untuk dilakukan karena terbuka menerima kritik, berani berkata yang sebenarnya, dan bersedia mengakui kesalahan.

"Tiga poin itu, adalah bentuk contoh perilaku yang harus siswa teladani. Dengan begitu siswa dapat melakukan yang yang sama saat mengalami pengalaman serupa," tegasnya.

Ia menekankan, guru harus menegur siswa yang bertindak kurang sopan, supaya siswa tahu apa yang dilakukan atau dikatakan tidak tepat.

Menurut Agus, ada kalanya siswa melakukan hal yang tidak sopan bukan karena sengaja melainkan karena mereka belum tahu yang mereka lakukan itu tidak baik.

"Berikan teguran dengan cara yang lemah lembut dan tidak menghakimi karena itu juga bentuk memberikan pelajaran sopan santun," ujarnya lagi.

Cara lainnya, adalah dengan menanamkan leadership pada siswa dengan cara memberikan tugas secara berkelompok. Setiap kelompok harus memiliki pemimpin dan anggota.

"Tanamkan leadership bukan berarti harus selalu menjadi pemimpin orang lain. Ketika menjadi anggota kelompok dan dapat memberikan kontribusi pada kelompok artinya siswa sudah dapat memimpin dirinya sendiri," kata Agus.

Diungkapkan lagi oleh Agus, dengan menceritakan pengalaman inspiratif, baik pengalaman diri sendiri atau tokoh-tokoh terkenal, akan menginspirasi siswa  untuk menjadi lebih baik.

Cerita inspiratif, menurut Agus tidak hanya tentang keberhasilan seseorang saja, cerita tentang kegagalan seseorang dan bagaimana ia bangkit dari keterpurukannya akan memberikan pelajaran yang berharga bagi siswa.

"Literasi yang diterapkan di sekolah salah satunya adalah untuk membentuk karakter siswa," jelasnya.

Literasi tidak melulu tentang kemampuan membaca dan menulis. Saat ini definisi Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.

"Diharapkan siswa dapat memahami dan memetik pelajaran dari buku yang dibacanya," imbuh Agus.

Pengembangan karakter peserta didik di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan membuat pojok baca, membaca nyaring (read aloud), pohon Literasi, lain sebagainya.

Guru pintar harus mengatur sedemikian rupa supaya kegiatan Literasi dapat berjalan menyenangkan bukan menjadi beban supaya siswa dapat menyerap setiap pesan dari kegiatan Literasi yang dilakukannya.

"Cara guru membentuk karakter siswa tidak akan berhasil jika tidak diiringi dengan rencana matang bagaimana mengaplikasikan cara-cara tersebut. Lakukan dengan tulus dan secara konsisten supaya target pendidikan karakter tercapai," pungkasnya.

Agus mengambil benang merah, agar mempunyai karakter yang baik, yang harus guru lakukan supaya siswa memiliki karakter yang baik, yaitu dengan memberikan contoh yang baik pula terhadap anak didiknya. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bangun Pendidikan Karakter, SMPN 3 Lumajang Terapkan Sekarsari

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT