Selasa, 24 Mei 2022
Pendidikan

DPRD Lumajang Soroti, Pembinaan Bakat, Minat, dan Kreativitas Siswa Masih Belum Optimal

profile
Achmad

23 April 2022 21:07

336 dilihat
DPRD Lumajang Soroti, Pembinaan Bakat, Minat, dan Kreativitas Siswa Masih Belum Optimal
DPRD Lumajang dalam pembahasan pendidikan. (SJP)

LUMAJANG - Berdasarkan Catatan Strategis (Catra) DPRD Kabupaten Lumajang, ada beberapa persoalan penting terkait pendidikan.

Hingga 2021 lalu, anggaran dan kebijakan di bidang pembinaan bakat, minat, dan kreativitas siswa masih belum optimal, karena anggaran masih difokuskan pada kemampuan kognitif siswa.

Keterbatasan anggaran juga akan berdampak pada tidak maksimalnya pengembangan bakat dan minat di bidang olahraga.

Prestasi di bidang psikomotorik, seperti olahraga dan budaya harus dimaksimalkan untuk menyiapkan para siswa di Kabupaten Lumajang agar dapat meraih beasiswa ke perguruan tinggi atau mendapatkan pekerjaan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Agus Salim, kepada media ini mengatakan kalau hal tersebut sudah dilaksanakan oleh masing-masing lembaga pendidikan.

"Ini sudah di implementasikan pada kegiatan ekstrakurikuler dan nanti akan dibuktikan pada kegiatan besar, yaitu 'Expo Pendidikan dan Kebudayaan', yang akan di gelar pada akhir bulan Mei pada peringatan hari pendidikan Nasional," jelas Agus Salim kepada suarajatimpost.com .

Untuk optimalisasi minat bakat, menurut Agus Salim, sudah secara otomatis melekat pada program 8 standar pendidikan dan pengembangan berada pada program sekolah.

Sedangkan, dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, H Akhmat, mengatakan bahwa realitas pada 2021, sangat jelas menunjukkan dunia pendidikan Lumajang masih penuh dengan ketidaksetaraan.

"Karena  masih adanya gap fasilitas dan kualitas sekolah yang sangat lebar, terutama antara sekolah di daerah terpencil dengan sekolah di wilayah perkotaan," imbuh dia.

Seperti di contohkan politisi PPP ini, adanya fasilitas komputer, ruang belajar, sarana olahraga, dan jaringan internet yang memadai adalah barang langka di sekolah terpencil.

Tentu saja sekolah-sekolah itu tidak memenuhi mutu standar pelayanan minimal. Pemda seharusnya tidak hanya fokus menjalankan sistem zonasi melainkan fokus pada menghilangkan 'ketidaksetaraan' ini. 

"Pemda harus memahami bahwa amanat Pasal 4 ayat (1) UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tentang 'keadilan' meliputi tanggung jawab Pemda untuk menjamin tidak adanya ketidaksetaraan di semua aspek pendidikan," ungkapnya lagi.

Kebijakan pendidikan Kabupaten Lumajang, ditegaskan pria asal Kecamatan Jatiroto ini, harus menjunjung setinggi-tingginya prinsip keadilan dan memperhatikan tiga aspek dasar pendidikan publik.

"Untuk pendidikan tidak diperuntukkan untuk kelompok tertentu saja, pendidikan tidak dikompetisikan secara berlebihan dan pendidikan tidak diskriminatif," paparnya.

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

DPRD Lumajang Soroti, Pembinaan Bakat, Minat, dan Kreativitas Siswa Masih Belum Optimal

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT