Senin, 28 November 2022
Pendidikan

Fantasi di Ajang Citakara 28 Smaloka, Angkat Pesan Damai dan Pesona Kejayaan

profile
Senopati

01 November 2022 08:55

466 dilihat
Fantasi di Ajang Citakara 28 Smaloka, Angkat Pesan Damai dan Pesona Kejayaan
Salah satu atraksi kreatif yang ditampilkan tim pelajar SMAN 1 Sumberpucung, saat gebyar Citakara Smaloka 28. (SJP)

KABUPATEN MALANG – Lapangan basket menjadi arena unjuk ekspresi siswa-siswi SMAN 1 Sumberpucung (Smaloka), yang atraktif dan sarat makna, akhir pekan kemaren.

Mereka unjuk kebolehan dengan pernik dan warna-warni kostum yang dikreasi sedemikian apik. Berbagai penampilan gerak dengan iringan musik pun tampak begitu menghibur dan atraktif tentunya. 

Atraksi yang ditampilkan seperti fashion carnival bertajuk crown hunter, flashmob, paduan suara, bela diri, band, solo musik dan vokal. Para penampil tampak all-out, ditambah antusiasme seluruh siswa-siswi SMAN setempat yang menjadi penonton depan dan sisi panggung. 

Kepala SMAN 1 Sumberpucung, Sigit Umbar Purnomo, menyatakan apresiasi dan kesannya pada semua penampilan yang disajikan. 

"Semua penampilan yang dibawakan anak-anak sangat kreatif dan luar biasa, dan bakat dan potensi yang dimiliki ini bisa lebih diwadahi. Ini juga kita lihat, lah, dijaring untuk bisa diikutkan ajang festival lebih tinggi," kata Sigit saat dihubungi awak media, Senin 31 Oktober 2022 kemarin.

Menurutnya, kreativitas yang ditampilkan para pelajar Smaloka ini bahkan juga mencerminkan budaya damai, sesuai visi dan misi SMAN 1 Sumberpucung. 

"Salah satu visi misi Smaloka ini adalah berbudaya damai. Jadi, walaupun dikemas dengan kompetisi antarkelas, tetap dijunjung tinggi budaya damai, melalui kekompakan dan saling toleransi," jelas Sigit. 

Berbagai kreasi yang ditampilkan tiap kelompok siswa ini sejatinya merupakan unjuk kemampuan tim terbaik tiap kategori, setelah dilakukan apresiasi penilaian hari sebelumnya. 

Dalam paduan suara misalnya, coba ditampilkan sekreatif mungkin, dengan tambahan koreografi oleh peserta tim paduan suara. Termasuk, kostum dan pernak-pernik atribut yang dikenakan setiap anggota tim. 

"Tak hanya kekompakan, kreativitas peserta sangat dimunculkan. Dalam crown hunter yang dikemas seperti parade busana, tidak boleh meniru model fashion yang sudah ada, melainkan dikreasi semenarik mungkin," kata Amiratu Saadah, ketua panitia Citakara Smaloka 28.

Menurut Amira, setiap penampilan peserta harus memunculkan kesan seperti tema yang ditentukan. Yakni, bermula dari fantasi dan imajinasi, menjadi kreativitas karya nyata dan prestasi.

Menurutnya, yang diusung adalah mengambil konsep mitologi Yunani, yakni menonjolkan kekuatan dan pesona dewa-dewi. Bangsa Yunani identik dengan kebangsawanan, kejayaan dan kekuasaan. 

"Kekompakan antarsiswa ini dibangun dengan menggabungkan perwakilan antarkelas dan angkatan dalam satu tim penampil. Yang dinilai adalah keselarasan kostum dengan tema, kepercayaan diri dalam memperagakan kostum, dan tentunya selaras tema," jelas siswi yang juga pengurus OSIS yang membidangi kesenian dan kreasi ini. (Seno)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Fantasi di Ajang Citakara 28 Smaloka, Angkat Pesan Damai dan Pesona Kejayaan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT