Rabu, 30 November 2022
Pendidikan

Gelontorkan DBHCHT 2,2 Miliar, Pemkot Mojokerto Beri Pelatihan 304 Warga

profile
Andy

12 Oktober 2022 18:36

464 dilihat
Gelontorkan DBHCHT 2,2 Miliar, Pemkot Mojokerto Beri Pelatihan 304 Warga
Wali Kota Mojokerto, Ning Ita saat memotivasi peserta pelatihan TKJ di SMKN 1 Kota Mojokerto

KOTA MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto menggelontorkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebanyak Rp 2,2 miliar untuk pelatihan unit kompetensi bagi 304 warga kota Mojokerto, Rabu (12/10/2022) pagi.

Wali Kota Mojokerto, Ika Pupitasari turun langsung untuk berdialog dan memotivasi langsung peserta Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi yang diselenggarakan oleh DPMPTSPNAKER (Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja) di SMKN 1 Mojokerto.

Kali ini, sebanyak 64 warga kota Mojokerto yang masuk dalam usia kerja mengikuti pelatihan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Multimedia di SMKN 1 Kota Mojokerto, yang masing-masingnya diikuti oleh 32 orang.

Selanjutnya, orang nomor satu di kota Mojokerto ini juga bergeser untuk meninjau serta berdialog dengan peserta pelatihan tata boga di SMKN 2 Kota Mojokerto.

"Saya ingin melihat langsung pelaksanaan dari pelatihan ini. Serta, untuk memastikan konsistensi puluhan peserta yang turut serta dalam pelatihan tersebut. Mengingat, pada proses pendaftaran setiap peserta memilih bidang sesuai minat masing-masing," ungkap Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto

Lebih lanjut dikatakan Ning Ita, mereka sudah memilih sendiri berdasarkan minat mereka, maka harapannya mereka konsisten dan komitmen bisa menyelesaikan pelatihan sampai akhir.

Tak hanya, mendapatkan pelatihan selama 25 hari, nantinya peserta juga akan mengikuti sertifikasi pelatihan yang dilakukan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

BNSP merupakan Lembaga independen yang dibentuk pemerintah pusat, yang memiliki kewenangan menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja.

“Harapannya, kalau mereka sudah mengantongi sertifikat BNSP, ini sudah pasti dunia usaha tidak meragukan kompetensi mereka. Karena selama ini dunia usaha sektor apapun itu ketika mencari tenaga kerja atau karyawan, yang dijadikan dasarnya adalah sertifikat BNSP,” terang Ning Ita.

Perlu diketahui, selain ketiga jenis tadi, terdapat 7 bidang pelatihan lainnya, yaitu menjahit, tata rias pengantin gaun panjang, servis pendingin/ AC las, servis motor, servis mobil, las, dan instalasi listrik, dan tata boga.

Peserta Pelatihan TKJ, Adhelia Fernanda Vannia (20)

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Adhelia Fernanda Vannia (20) mengaku senang dengan adanya pelatihan seperti ini. Apalagi, tak hanya mendapatkan pelatihan saja. Ketika nanti lulus uji kompetensi, ia akan mendapatkan sertifikat dari BNSP yang diakui keabsahannya di perusahaan.

"Berawal dari pengumanan di kelurahan Gunung Gedangan, lalu saya pun ikut mendaftar dan keterima. Kemudian ditanyain mau ambil apa, akhirnya saya mengambil pelatihan TKJ," ungkap Adhelia yang merupakan lulusan SMAN 1 Kota Mojokerto.

Lebih lanjut dikatakan Adhelia, pihaknya berharap dengan lulus dari pelatihan ini menjadi bekal untuk melamar pekerjaan di perkantoran, karena banyak kantor yang membutuhkan kompetensi TKJ.

"Pelatihan ini dilaksanakan selama 25 hari, setiap hari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 07.30 - 11.45 WIB. Saat ini sudah memasuki hari yang ke-17, tak hanya pelatihan dan sertifikat. Setiap harinya, kami juga mendapatkan snack, makan hingga uang saku," jelas Adhelia.

"Harapannya, setelah lulus ini saya bisa bekera di kantor. Lalu bisa mengumpulkan uang, yang nantinya saya bisa gunakan untuk membiayai kuliah sendiri," pungkas Adhelia, warga Gunung Gedangan ini.

Publisher : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Gelontorkan DBHCHT 2,2 Miliar, Pemkot Mojokerto Beri Pelatihan 304 Warga

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT