Senin, 28 November 2022
Pendidikan

Guru Katolik Jadi Ketua Pembangunan Musala Terbesar di Sekolah Negeri Kota Mojokerto

profile
Andy

01 November 2022 21:10

559 dilihat
Guru Katolik Jadi Ketua Pembangunan Musala Terbesar di Sekolah Negeri Kota Mojokerto
Kepala SMPN 6 Kota Mojokerto Widayatningsih bersama Teguh Pribadi, seorang guru beragama Katolik yang jadi ketua panitia pembangunan Musala SMPN 6 Kota Mojokerto

KOTA MOJOKERTO - Seorang guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 6 Kota Mojokerto menjadi Ketua Panitia Pembangunan Musala. Uniknya, guru yang bernama Teguh Pribadi ini justru beragama Katolik.

Kepala SMP Negeri (SMPN) 6 Kota Mojokerto, Widayatningsih menyampaikan, musala di sekolahnya ini tidak bisa memuat jumlah siswa dan bangunannya memang sudah tidak layak.

"Sehingga, kami sepakat untuk merobohkan dan kemudian membangunnya kembali dengan luas yang lebih besar. Jika sebelumnya hanya 7x7 meter, kini menjadi 18x18 meter,  dengan harapan bisa menampung jumlah siswa yang lebih banyak," ungkap Widayatningsih.

Lebih lanjut, Widayatningsih mengatakan, meski harus merobohkan musala yang lama tapi pihaknya tidak membuang bangunan dati sodaqoh sebelumnya, tetapi justru dijadikan alas atau dasar bangunan.

"Dana untuk pembangunan ini merupakan inisiatif kami secara swadaya atau mandiri untuk mengumpulkannya. Mulai dari kami, para guru, alumni, saudara-saudara kita yang jauh, warga sekitar bahkan siswa/i secara sukarela pun ikut sodaqoh. Tidak ada paksaan, harua nyumbang, sedikit demi sedikit kami kumpulkan sejak akhir sekitar bulan November 2019," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Widayatningsih, pihak sekolah pun membuat kepanitiaan. Maka, semua pihak sepakat untuk mempercayakan Pak Teguh Pribadi selaku Wakasek Sarana dan Prasarana menjadi Ketua Pembangunan Musala An-Nur di SMPN 6 Kota Mojokerto. Meskipun, ia non muslim namun komitmennya luar biasa.

Musala An-Nur SMPN 6 Kota Mojokerto

Sementara itu, Teguh Pribadi menuturkan satu hal. Bagi dia, tugas ini adalah tugas yang berat. Apalagi dengan ukuran yang jauh lebih besar, yakni 18x18 meter. Meski demikian, ia tetap yakin, karena yang dibangun adalah Musala. Ini akan lebih mudah untuk mewujudkannya, karena akan lebih banyak yang ikut membantunya.

"Sebagai orang Katolik, menyadari bahwa ini tugas yang berat, namun saya tetap komitmen. Apalagi ini adalah tempat beribadah atau berdoa untuk menyembah Tuhan Yang Esa. Alhasil, dengan komitmen yang kuat dan banyaknya bantuan, bangunan musala sudah terbangun meski baru sekitar 80 persen," beber Teguh Pribadi.

Lebih lanjut dikatakan Teguh, hingga saat ini musala An-Nur telah menelan biaya hingga Rp 1 Miliar. Meski masih kurang sekitar 300 juta lagi, namun ia tetap percaya akan selesai.  Teguh tidak mau menargetkan kapan musala ini selesai dibangun.

"Semuanya, kami kerjakan dengan hati. Sedikit demi sedikit hingga bangunan ini selesai dengan sempurna. Kami pun ebenarnya masih ada tanggungan sekitar Rp 100 juta yang belum dibayar. Tapi kami tetap yakin dan percaya, semua akan indah pada waktu-Nya," pungkasnya. 

Salah satu siswa, Nabila Aswinda IXF SMPN 6 Kota Mojokerto mengaku senang dengan hadirnya musala yang baru ini. Jika sebelumnya, untuk salat memerlukan waktu yang lama karena musalanya lebih kecil. Sekarang, menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga waktu istirahat pun bisa dimanfaatkan untuk yang lain.

"Alhamdulilah, sungguh sangat bermanfaat. Lebih besar dan nyaman sehingga bisa meampung jumlah siswa yang lebih banyak. Terima kasih Pak Teguh Pribadi," tandasnya.

Perlu diketahui, musala An-Nur ini musala tebesar yang berada di sekolah negeri di Kota Mojokerto.

Publisher : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Guru Katolik Jadi Ketua Pembangunan Musala Terbesar di Sekolah Negeri Kota Mojokerto

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT