Selasa, 24 Mei 2022
Pendidikan

Kuota PPDB Kota Mojokerto Terbatas, Pemkot dan DPRD Sepakat Priortaskan Warga Sendiri

profile
Andy

05 Mei 2022 07:01

266 dilihat
Kuota PPDB Kota Mojokerto Terbatas, Pemkot dan DPRD Sepakat Priortaskan Warga Sendiri
Wali Kota Mojokerto saat mengecek prokes di SMPN 2 Kota Mojokerto. (Andy/SJP)

KOTA MOJOKERTO - Pendidikan gratis tentunya menjadi keinginan semua warga, tak terkecuali di Kota Mojokerto.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah dan DPRD Kota Mojokerto sepakat memprioritaskan warganya untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mengingat jumlah kuota PPDB yang terbatas.

Mekanisme PPDB untuk tahun pelajaran 2022/2023 di Kota Mojokerto telah final. 

"Kami dan dewan memerintahkan untuk mendahukukan warga kota," tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Amin Wachid.

Sebab, kata Amin, jumlah kuota yang dibuka pada lembaga pendidikan negeri di Kota Mojokerto sangat terbatas jika dibandingkan jumlah lulusan siswa.

Di sembilan jenjang SMP misalnya, jumlah pagu yang dibuka tahun ini 2.048 siswa, sementara jumlah lulusan SD/MI yang berasal dari kota mencapai 2.172 siswa.

”Setelah kami hitung lagi, kemungkinan untuk warga luar kota sangat kecil,” ulasnya.

Demikian pula dengan pagu SD negeri yang tahun ini membuka kuota sebesar 1.344 siswa, sedangkan jumlah peserta didik yang lulus dari TK negeri dan swasta 2.279 siswa.

Berdasarkan data tersebut, baik jenjang SD maupun SMP dapat memenuhi dari jumlah lulusan di kota.

Oleh karena itu, lanjut Amin, pihaknya juga masih melakukan penjajakan dulu sebelum menjalin kerja sama untuk calon dari luar wilayah kota.

Bahkan di tahap awal pendaftaran PPDB yang akan digulirkan Juni nanti, ada peluang masuknya calon siswa dari luar kota akan ditutup sementara.

”Karena sangat kecil kemungkinan bisa masuk, sementara akses di luar kota kita tutup dulu,” bebernya.

Amin menyatakan, kebijakan itu harus diambil karena adanya pergeseran pilihan sekolah pada PPDB tahun ini.

Menurutnya, animo calon siswa untuk mendaftar ke sekolah negeri diprediksi naik cukup tinggi sebab lulusan peserta didik dari sekolah swasta kini mulai bergeser melanjutkan ke sekolah negeri.

Dikatakan Amin, fenomena pergeseran pilihan sekolah itu menjadi salah satu imbas dari pandemi Covid-19 di dua tahun terakhir ini.

”Kalau dulu lulus dari SD swasta, siswa melanjutkan ke SMP swasta. Tapi sekarang sudah banyak minta ke negeri, makanya ini yang perlu kami antisipasi,” bebernya.

Sementara itu, PPDB tahun ini tidak mengalami perubahan dibanding tahun lalu karena masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 1/2021.

Sebagai pedoman, per 18 April Wali Kota Ita Puspitasari juga telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Mojokerto (Perwali) 22/2022 yang mengatur tentang PPDB di jenjang TK, SD, dan SMP negeri.

Kemudian dengan dikeluarkannya Peraturan Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto nomor 422.1/85/417.501/2022 pada 25 April terkait pedoman teknis (domnis). Untuk jenjang SMP negeri, pendaftaran akan terbagi menjadi empat jalur.

Masing-masing terdiri dari jalur zonasi dengan kuota 65 persen. Sedangkan siswanya terbagi pada jalur afirmasi 15 persen, jalur prestasi 15 persen, serta perpindahan orang tua/wali 5 persen.

Sedangkan jenjang SD pendaftaran terbagi jalur zonasi 80 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan orang tua/wali 5 persen.

Koordinator Komisi III DPRD Kota Mojokerto Sonny Basoeki Rahardjo menambahkan, masyarakat umum secara umum mendukung format PPDB tahun ini.

Namun, mendorong agar persiapannya dilakukan secara matang agar pelaksanaan bisa berjalan tanpa kendala.

"Tahun kemarin sebenarnya sudah berjalan baik, tapi tahun ini harus lebih baik walaupun tantangannya lebih berat," imbuhnya.

Di samping itu, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto ini juga meminta Dinas P dan K untuk melengkapi sarana dan prasarana pada pendaftaran yang akan dipakukan secara online. Antara lain dengan memastikan jaringan internet dan listrik dengan menyiapkan genset dan server cadangan.

”Bila perlu masing-masing sekolah membentuk posko untuk mempermudah masyarakat mendapat informasi sehingga jika ada keluhan bisa langsung dicari solusinya,” pungkas politisi partai Golkar ini.

Editor: Noordin Djihad

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kuota PPDB Kota Mojokerto Terbatas, Pemkot dan DPRD Sepakat Priortaskan Warga Sendiri

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT