Jumat, 07 Oktober 2022
Pendidikan

Mahasiswa UMM Kembangkan Bahan Pengawet Alami Pengganti Boraks

profile
Krisda

07 Oktober 2021 15:40

247 dilihat
Mahasiswa UMM Kembangkan Bahan Pengawet Alami Pengganti Boraks

KOTA MALANG - Pengawet makanan khususnya boraks, masih menjadi masalah serius bagi konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Sampai saat ini, boraks masih marak digunakan untuk mengawetkan makanan. Melihat permasalahan tersebut tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak untuk menciptakan pengawet alami dari umbi kucai.

Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE), tim mahasiswa ini berhasil menemukan pengawet makanan alami makanan untuk bahan dasar pembuatan bakso. 

PKM dengan judul “Aplikasi Penggunaan Edible Film Dari Alicin Umbi Lapis Kucai (Allium Tuberosum) Terhadap Kualitas Penyimpanan Bakso” ini telah lolos pada tahap pendanaan dari Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (Dikti). 

Tim yang menemukan pengawet alami makanan tersebut yakni Navi'atur Riza Al Khoirun Nisa, Edita Rizky Sahputri, Sulthona Nur Aisyah, dan Muslikhatul Muwakhidah.

Navi’atur Riza selaku ketua kelompok menjelaskan bahwa kandungan Allicin yang terdapat pada umbi kucai sangat baik untuk dijadikan pengawet alami. Selain baik, zat allicin pada umbi kucai menjadi antimikroba yang berfungsi melindungi bakso dari bakteri. Ia juga mengatakan zat yang ada di dalam kucai bisa dapat dimanfaatkan sebagai pengawet untuk bakso yang lebih alami.

“Umbi kucai tentu saja bisa digunakan sebagai zat antimikroba yang bagus untuk mengawetkan bakso secara alami. Tim kami percaya bahwa umbi kucai bisa jadi alternatif pengwaet yang bagus,” tegasnya.

Navi, sapaan akrabnya juga memaparkan beberapa proses pembuatan edible film untuk pengawet alami ini. Pertama, mereka harus membuat edible counting terlebih dahulu yang terbuat dari pati singkong. Kemudian menambahkan aquades dan gliserol yang dipanaskan hingga 70 derajat. Setelah itu edible counting didinginkan hingga 30 derajat dan dicampurkan dengan ekstrak kucai yang sudah melalui evaporasi. Total. Proses tersebut memakan waktu dua hari.

“Selama dua hari tersebut, kandungan zat alami dari bahan kucai dan singkong masih tetap terjaga sehingga aman untuk mengawetkan bakso. Edible film tersebut cukup diletakkan di bakso dan bisa mengwetkannya secara alami” imbuh Navi.

Ia mengatakan kendala dan tantangan dalam pembuatan pengawet alami ini tentu ada. Salah satunya pembatasan penggunaan laboratorium karena pandemi. Meski begitu, Navi dan kelompok tidak patah semangat. Berbagai alternatif ia lakukan untuk tetap melaksanakan program kreativitas tersebut.

Mahasiswa asli Ngawi ini berharap penelitian dapat diteruskan oleh teman teman lainnya agar bisa lebih sempurna. Ia ingin agar pengawet alami ini dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga tidak hanya bakso saja yang bisa diawetkan, tapi juga bahan-bahan makanan lainnya. Begitupun dengan proses pengemasan serta sosialisasi agar para warga berpindah dan menggunakan pengawet alami ini.

“Kami berharap penelitian terkait edible film pengawet makanan ini bisa terus berlanjut. Selain itu juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas khususnya dalam aspek pangan” ungkapnya mengakhiri. (*)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Mahasiswa UMM Kembangkan Bahan Pengawet Alami Pengganti Boraks

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT