Senin, 28 November 2022
Pendidikan

Presiden Salurkan BSU untuk Pekerja Peserta BPJS Ketenagakerjaan

profile
Ikhwan

26 Oktober 2022 23:42

608 dilihat
Presiden Salurkan BSU untuk Pekerja Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Presiden RI, Joko Widodo salurkan BSU bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan. (SJP)

Suarajatimpost.com - Presiden Joko Widodo meninjau penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2022 bagi para pekerja yang juga merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) di Kota Balikpapan Kalimantan Timur.

Saat berdialog dengan para penerima BSU, Jokowi menghimbau kepada seluruh pekerja untuk memastikan diri terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. 

“Kenapa kita ambil dari BPJS Ketenagakerjaan? Karena datanya itu jelas kalau di BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah ingin memberikan semuanya (pekerja), oleh sebab itu teman- temannya didorong untuk masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang didahulukan yang masuk BPJS Ketenagakerjaan,” kata Jokowi.

Kehadiran Presiden didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo, ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah tersebut telah diterima dan digunakan oleh para pekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. 

"Kita kembali menyampaikan Bantuan Subsidi Upah dan juga BLT BBM, dan sampai hari ini BLT BBM telah tersalur 99,7%, hampir selesai, ini tinggal menyisir yang belum- belum. Kemudian untuk Bantuan Subsidi Upah sudah tersalurkan 72%, sisanya terus akan kita kebut, kita harapkan dengan bantuan ini komsumsi masyarakat bisa terjaga, daya beli terjaga, sehingga akan mempengaruhi growth pertumbuhan ekonomi negara kita," ungkap Jokowi.

Selanjutnya Anggoro Eko Cahyo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah yang kembali menunjuk BPJAMSOSTEK sebagai mitra penyedia data calon penerima BSU sejak tahun 2020. Lebih jauh pihaknya menjelaskan bahwa untuk wilayah Kalimantan Timur total peserta aktif BPJAMSOSTEK mencapai 572 ribu. Dari jumlah tersebut 83 persen atau 475 ribu peserta memenuhi kriteria dan 251ribu di antaranya telah menerima BSU.

"Secara nasional hingga saat ini kami telah menyerahkan sebanyak 15,6 juta data kepada Kemnaker. Data ini kami serahkan secara bertahap sejak bulan september karena mengedepankan kehati-hatian dan keakuratan. BPJAMSOSTEK terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mencapai target penyaluran BSU,"terang Anggoro. 

Seperti yang diketahui bahwa sesuai Permenaker nomor 10 tahun 2022, salah satu kriteria penerima BSU adalah pekerja yang menjadi peserta aktif BPJAMSOSTEK. Sehingga dapat dikatakan bahwa program ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah bagi pemberi kerja yang telah mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

Anggoro mengingatkan kepada para pekerja untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap segala bentuk permintaan data pribadi yang mengatasnamakan BPJAMSOSTEK maupun BSU. Bagi pekerja yang ingin mengetahui apakah dirinya layak sebagai calon penerima BSU, dapat dilakukan dengan mengakses kanal resmi melalui bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id. 

Selain manfaat tambahan seperti BSU, dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, tentu pekerja akan lebih produktif karena terlindungi oleh 5 program jaminan sosial ketenagakerjaan yang mampu memberikan rasa aman dari risiko kecelakaan kerja, kematian serta memiliki hari tua yang sejahtera.

"Semoga tujuan diselenggarakannya BSU ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh pekerja Indonesia, dan seperti yang disampaikan Pak Presiden Jokowi barusan, kita mendorong kepada seluruh pemberi kerja untuk memastikan para pekerjanya terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan, serta tertib dalam melaporkan besaran upah dan pembayaran iuran. Sehingga apabila nantinya ada program lanjutan dari pemerintah, para pekerjanya bisa mendapatkan bantuan subsidi upah atau bantuan lainnya yang berdasarkan data kepesertaan BPJAMSOSTEK," pungkas Anggoro. 

Terpisah Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Eneng Siti Hasanah siap mendukung BPJamsostek memenuhi target 70 juta peserta aktif. 

Saat ini jumlah tenaga kerja di Banyuwangi yang sudah terlindungi Jamsos terbilang masih minim. Yakni sebanyak 123 ribu tenaga kerja atau sekitar 19%, di mana masih ada sekitar 524 ribu lagi tenaga kerja yang belum terlindungi.

Sebagai upaya untuk menggaet kepesertaan, tim BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi aktif turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi. Selain itu juga rutin berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder untuk meningkatkan kepesertaan.

Seperti yang dilakukan beberapa hari lalu, tim belusukan ke pasar untuk memberikan sosialisasi kepada para pedagang.

Dalam kesempatan itu tim berhasil menggaet sebanyak 21 (dua puluh satu) pedagang yang mendaftar BPJS Ketenagakerjaan dalam segmentasi Bukan Penerima Upah (BPU).

"Potensi di pasar ini sebanyak 200 pedagang. Targetnya seluruh pedagang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, karena program ini sangat penting dengan manfaatnya yang besar," ujarnya.

Selain itu, lanjut Eneng, BPJS Ketenagakerjaan akan terus sosialisasi ke pasar lainnya yang ada di Kabupaten Banyuwangi demi mensukseskan program pemerintah pusat ini.

"Kami berharap para pekerja di wilayah Banyuwangi dapat terlindungi dari risiko sosial dengan mendaftarkan pada program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," tandasnya. (**)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Presiden Salurkan BSU untuk Pekerja Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT