Senin, 28 November 2022
Pendidikan

Tak Lunasi Biaya Sekolah, Anak Driver Online di Sidoarjo Tidak Boleh Ikut PTS

profile
Andy

12 Oktober 2022 07:40

975 dilihat
Tak Lunasi Biaya Sekolah, Anak Driver Online di Sidoarjo Tidak Boleh Ikut PTS
Seorang driver taksi online, Willy Kristanto menunjukkan surat panggilan dari sekolah

SIDOARJO - Seorang pengemudi taksi online, yang juga salah satu orangtua murid Sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Sidoarjo, Willy Kristanto (52) mengeluhkan beban biaya sekolah.

Lantaran, anaknya yang masih duduk di kelas IX tak bisa mengikuti (Penilaian tengah semester (PTS) karena tak bisa membayar tunggakan yang diwajibkan pihak sekolah. 

Willy, warga Desa Sumorame, Kecamatan Tanggulangin termasuk golongan masyarakat tidak mampu sehingga benar-benar merasa tertekan dengan biaya sekolah anak laki-lakinya tersebut.

"Jadi, dari pihak sekolah dimintai untuk membayar sebesar 50 persen dari tunggakan biaya sekolah anak saya sebasar Rp 2 juta lebih. Saya memang benar-benar tidak ada, apa yg harus saya buat bayar," keluhnya kepada suarajatimpost.com, Selasa (11/10/2022).

Sebagai tulang punggung keluarga, bapak tiga anak ini menyesalkan keputusan pihak sekolah yang tidak memperbolehkan putra nya mengikuti jadwal PTS yang digelar pada 3 Oktober kemarin.

Ia merasa sedih melihat anaknya dirumah sedangkan teman-teman sekelasnya sedang mengikuti PTS selama 5 hari di sekolah.

"Sebelumnya dimulai ujian itu memang saya dipanggil pihak sekolah terkait masalah tunggakan uang DO. Saya bilang mau nitip uang 300 ribu dulu supaya anak saya dapat ikut ujian, saya sudah usaha kesana kemari dapatnya segitu," terangnya.

Dengan harapan putranya bisa ikut ujian bersama temannya disekolah, Willy tak memikirkan biaya kebutuhan rumah tangga dan mengutamakan menyicil tunggakan biaya sekolah anak. Ia pun mengeluhkan langkah pihak sekolah yang menekannya agar membayar Rp 2 juta atau nitip 50 persen dari tunggakannya.

"Saya jawab, yang darimana Bu saya segitu. Untuk biaya kebutuhan sehari-hari aja drumah saya bingung," keluhnya.

Willy yang kesehariannya bekerja sebagai driver online ini, menyewa kendaran untuk mendapatkan nafkahnya. Ia berharap pihak sekolah yang sudah menerima cicilan sebesar Rp 300 ribu, memperbolehkan anaknya untuk ikut ujian tapi ternya masih tak bisa ikut.

"Hari Jumat saya bayar, terus hari Seninnya pertama ujian dimulai paginya saya WA gurunya "apakah anak saya sudah boleh ikut ujian hari ini?". Katanya sesuai keputusan Kepala sekolah harus membayar separuh dulu baru bisa ikut," urainya.

Dengan kondisi rumah tanpa pintu itu, Willy menguraikan keluhannya kepada RRI, ia hanya ingin anaknya bisa sekolah hingga lulus SMA.

Selain anak bungsunya yang masih SMP ini, Willy juga mengeluhkan persoalan yang sama pada anak perempuannya.

Akibat tak bisa melunasi biaya sekolah putrinya yang mestinya kini lulus SMA, kini kesulitan cari kerja karena Ijazahnya yang ditahan pihak sekolah Akibat persoalan biaya.

"Saya sebagai orang tua sudah berusaha keras mencari uang untuk biaya sekolah anak, agar anak saya bisa sekolah. Meskipun menunggak saya berusaha mengangsur kok. Tapi kalau gak bisa ikut ujian saya takut anak saya kena mental dan gamau sekolah lagi," tandasnya.

Publisher : Syahrul

Tags
Anda Sedang Membaca:

Tak Lunasi Biaya Sekolah, Anak Driver Online di Sidoarjo Tidak Boleh Ikut PTS

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT