Rabu, 17 Agustus 2022
Pendidikan

Terkait Kurikulum Merdeka Kadisdik Malang Tunggu Setelah Sosialisasi

profile
Senopati

05 Juli 2022 09:29

418 dilihat
Terkait Kurikulum Merdeka Kadisdik Malang Tunggu Setelah Sosialisasi
Ilustrasi buku saku Kurikulum Merdeka (sumber Kemendikbudristek)

KABUPATEN MALANG – Kadisdik Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono mengatakan, terkait buku pembelajaran kurikulum merdeka, saat ini Disdik masih proses sosialisasi serta diseminasi tentang kurikulum merdeka.

Buku kurikulum merdeka merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI No. 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pembelajaran.

Didalamnya adanya Program Kurikulum Merdeka untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah 

Secara utuh, selain buku kurikulum 13 yang telah menjadi pedoman pembelajaran, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menunggu arahan Kemendikbud lebih lanjut setelah sosialisasi Buku Kurikulum Merdeka selesai.

"Sampai saat ini kami masih dalam tahap sosialisasi tentang kurikulum merdeka ini, karena ini kurikulum baru jadi kami semua perlu belajar agar memahami apa itu kurikulum merdeka ini, yang jelas ini masih baru," kata Rahmat saat dihubungi via jejaring WA, Senin siang kemarin, 4 Juli 2022.

Rahmat meminta awak media untuk menghubungi pengawas sekolah atau Kepala Bidang yang memahami masalah kurikulum merdeka.

"Maaf saya masih belum paham terkait kurikulum merdeka ini, untuk itu mungkin bisa menghubungi pengawas sekolah atau Kabid kami yang memahami perihal kurikulum merdeka," pinta Rahmat.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menegah, Kokoh Subagyo juga belum memahami betul terkait buku kurikulum merdeka yang digagas Kemendikbudristek itu.

"Kalau buku itu (kurikulum merdeka) saya juga belum paham, coba tanya yang ikut pelatihan pengawas dan saat masih kami masih akan disosialisasikan karena hal ini masih baru jadi perlu waktu," beber Kokoh.

Nantinya, setelah semua memahami kurikulum merdeka tersebut, pengadaan buku kurikulum merdeka menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Untuk pembelanjaan buku kurikulum merdeka menggunakan dan BOS, namun semuanya dikembalikan ke pihak sekolah yang menentukan, karena dana BOS tadi berada di rek3ning sekolah masing masing," pungkas Kokoh.

Nantinya saat sosialisasi kurikulum merdeka tersebut dilaksanakan, Disdik akan menyerahkan semua perihal kurikulum ini pada sekolah masing masing.

"Saat sosialisasi nanti, sekolah akan diberikan kebebasan dan kesempatan memilih untuk memilih kurikulum merdeka mandiri," pungkas Kokoh.

Dari Laman Kemendikbudristek RI, Kurikulum merdeka sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran

Pertama Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

Kedua, Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

Terakhir, Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. (Nes)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Terkait Kurikulum Merdeka Kadisdik Malang Tunggu Setelah Sosialisasi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT