Kamis, 06 Oktober 2022
Pendidikan

Warga Papring Banyuwangi Diajari Penerapan Teknologi Produksi dan e-Commerce Tingkatan Nilai Ekonomi Kerajinan Bambu

profile
Ikhwan

22 September 2022 22:31

689 dilihat
Warga Papring Banyuwangi Diajari Penerapan Teknologi Produksi dan e-Commerce Tingkatan Nilai Ekonomi Kerajinan Bambu
Industri kerajinan di Banyuwangi. (SJP)

BANYUWANGI - Ketersediaan tanaman bambu yang melimpah di Banyuwangi mendorong tumbuhnya industri pengoalahan kerajinan.

Bahkan kerajinan bambu telah menjadi citra identitas dalam strategi promosi wisata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten berjuluk Sunrise of Java.

Produk kerajinan anyaman bambu di Kabupaten Banyuwangi tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik namun juga pasar internasional.

Salah satu daerah penghasil Bambu di Banyuwangi adalah di Lingkungan Papring Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Papring merupakan salah satu dari 8 klaster utama industri kerajinan bambu di Kabupaten Banyuwangi memiliki topografi yang sedikit curam pada ketinggian 1000 mdpl.

Di kawasan tersebut memiliki lahan seluas 2,8 Ha sebagai kawasan konservasi hutan bambu. Jenis tamanan bambu yang dikembangkan meliputi tanaman bambu batu, apus, petung, ampel, ori dan sebagainya. 

Tanaman bambu yang tersedia sangat mencukupi kebutuhan bahan produksi seperti anyaman besek, gedeg (dinding bambu), tas, topi hingga bahan material bangunan.

Sebagai bentuk dukungan, dosen-dosen Universitas PGRI Banyuwangi memberikan suntikan ide dan gagasan kreatif untuk meningkatkan nilai produk kerajinan bambu Papring.

Tidak hanya menelurkan ide, para akademisi turut berkomitmen untuk konsisten dalam melakukan pendampingan.

Ketua Tim Program Pengabdian Masyarakat, Ikhwanul Qiram mengatakan tren konsep Green material saat ini sangat digandrungi. Dimana hampir seluruh resort, hotel dan restoran mulai menggunakan material tersebut. 

Hal itu menjadi peluang bagi masyarakat Papring untuk meningkatkan kreativitas dan produksi kerajinan bambu. 

Dalam hal ini upaya yang dilakukan akademisi adalah memberikan support berupa alat bubut untuk meningkatkan ragam jenis kerajinan bambu yang dihasilkan.

"Penggunaan mesin bubut akan menunjang terhadap daya kreatifitas pengerajin dalam menciptakan jenis produk baru. Dari yang awalnya hanya besek akan tercipta produk baru seperti peralatan makan berupa gelas, tumbler, mangkuk dan sebagainya," kata Dekan Fakultas Teknik tersebut.

Selama ini salah satu kendala yang menjadikan produksi kerajinan bambu Papring stagnan adalah moda pemasaran.

Produk masih dipasarkan secara manual hanya didasari atas pesanan dan promosi dari toko ke- toko dan mulut-ke-mulut. 

Cakupan area pemasaran produk masih terbatas di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. 

Sementara potensi pasar masih sangat terbuka. Minimnya pengetahuan dan tidak tersedianya teknologi penunjang menjadi kendala untuk mengembangkan pemasaran. 

Para akademisi kemudian menawarkan alternatif metode pemasaran digital lewat web e-commerce. Tidak hanya diberikan cara lalu dibiarkan, namun secara konsisten masyarakat akan didampingi hingga mahir.

Dengan penerapan strategi pemasaran dengan melalui e-commerce mampu menopang strategi diseminasi produk yang berdampak pada kesempatan pasar yang lebih luas baik pada pasar domestik maupun ekspor.

"Teknologi e-commerce juga mampu menekan biaya promosi karena produsen dan pelanggan dapat berkomunikasi dan melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun," pungkasnya. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Warga Papring Banyuwangi Diajari Penerapan Teknologi Produksi dan e-Commerce Tingkatan Nilai Ekonomi Kerajinan Bambu

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT