Kamis, 06 Oktober 2022
Peristiwa Daerah

Gara-gara Investasi Bodong Puluhan Emak Geruduk Mapolres Jember

profile
Rochul

13 April 2022 20:48

566 dilihat
Gara-gara Investasi Bodong Puluhan Emak Geruduk Mapolres Jember
Puluhan emak geruduk Mapolres Jember gara-gara investasi bodong. (Rochule/SJP)

JEMBER - Kaum emak tiba-tiba menggeruduk Mapolres Jember, Rabu (13/4). Mereka bukan sedang demo, tapi gara-gara investasi bodong.

Kaum emak atau ibu-ibu muda berjumlah puluhan orang ini mengaku berasal dari berbagai kecamatan. Mereka hendak membuat laporan atau pengaduan tentang investasi bodong.


Mereka mengadu ke polisi tentang dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan seorang perempuan berinisial S, warga asal Desa Biting, Kecamatan Arjasa. 

Intinya mereka merasa tertipu oleh S yang mengajak investasi uang dengan keuntungan 20 persen tiap pekan.

Sekarang S tiba-tiba menghilang setelah banyak warga yang ikut investasi dengan menyetor uang kepadanya. 

Diperkirakan total uang yang berada di tangan S sekitar Rp10 miliar. Nominal sebesar itu diketahui setelah para korban yang berjumlah ratusan orang menggalang diri dengan membentuk grup untuk mengakumulasi seluruh kerugian yang mereka alami.

Dewi Irana (24), asal Kecamatan Sumbersari, salah seorang korban mengatakan sementara ini yang melapor ke Polres Jember hanya sebagian orang.

Rencananya, korban dari daerah lain akan menyusul ikut melaporkan dugaan penipuan S. 

"Banyak korbannya. Selain warga Jember ada warga Banyuwangi, Situbondo, dan Lumajang. Bahkan, ada korban yang di Bali dan beberapa TKW yang kerja di luar negeri," Kata Dewi Rabu,(13/4/2022).

Berdasarkan pengakuan korban, modus yang dijalankan S cukup rapi. Yakni menampilkan diri sebagai sosok orang kaya karena sukses berusaha.

Kerap kali S gonta-ganti kendaraan, memakai smartphone berkelas, dan memamerkan banyak uang.

Kemudian, S sering berkeliling menemui warga untuk diajak investasi bersamanya agar mencapai kesuksesan serupa, meski tidak pernah sekalipun membeberkan secara jelas jenis usahanya. 


"Tidak tahu apa usahanya. Hanya, katanya uang kami dikelola, ada yang mengurus untuk investasi. Setelah ramai, diselidiki ternyata tidak ada pengelolanya. Yang ditunjukkan video-video pertemuan, rupanya juga sama korban seperti kami," terang Nely Yuliasari (26), korban asal Kecamatan Arjasa. 


Ika Sofiawati (23), korban asal Kecamatan Balung menambahkan tiap orang mengalami kerugian antara puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sepengetahuannya, beberapa orang bahkan ada yang merugi sampai Rp1 miliar. 

Menurut Ika, S hanya pernah memberi keuntungan 20 persen antara 1-3 kali. Setelah itu, S tidak pernah memberi lagi keuntungan seperti yang dijanjikan, dan kini menghilang tanpa jejak. 

"Terakhir, kabarnya dia ada di Nusa Dua - Bali, bilangnya sedang sakit. Kalau ditagih selalu alasan uangnya limit," tuturnya.

"Sekarang, sudah lost kontak, tidak bisa dihubungi. Makanya, kami lapor polisi supaya dia bisa diusut, karena saya dan teman-teman dirugikan. Uang kami tidak dikembalikan oleh dia," ucap Ika. 

Dari pantauan suarajatimpost.com di Sentra Pelayanan Kepolisian, para korban bergantian masuk ke ruang penyidik untuk memberikan keterangan. Pemeriksaan kepada para korban berlangsung hingga berjam-jam.

Editor: Noordin Djihad

Tags
Anda Sedang Membaca:

Gara-gara Investasi Bodong Puluhan Emak Geruduk Mapolres Jember

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT