Senin, 27 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Ada Rambu Truk Dilarang Masuk, Truk Fuso Ngeyel Berujung Petaka

profile
Rochul

02 Juni 2022 01:54

593 dilihat
Ada Rambu Truk Dilarang Masuk, Truk Fuso Ngeyel Berujung Petaka

JEMBER –Truk Fuso Nopol N 9607 UR yang dikemudikan oleh Syawal warga Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Probolinggo, Selasa pagi 31 Mei 2022) kecelakaan di jalan M Yamin Tegal Besar Kaliwates Jember.

Saksi peristiwa, Samad, mengatakan jika truk yang mengangkut asbes dan bata ringan dari Probolinggo memakan hampir separo badan jalan.

"Mungkin karena kurang konsentrasi, pengemudi saat melintasi jalan yang sedang ada pembangunan gorong-gorong dan membuat truk terperosok," jelas dia.

Kepada suarajatimpost.com Samad mengatakan, bahwa terperosoknya truk tersebut karena tidak mengindahkan peringatan yang dipasang di jalur masuk Jalan M Yamin.

"Saat mellintas di jalan yang separuhnya ditutup karena ada pembangunan gorong-gorong, truk nekad masuk," imbuh dia.

Samad menceritakan, kendaraan terperosok sekitar jam 6 pagi mesji di ujung selatan atau jalur sudah ada peringatan, jika ada perbaikan jembatan truk besar dilarang masuk.

"Eh sopir masih ngeyel, ditambah kurang cermat pengemudi saat melintas,” kata warga perumahan Tegal Besar.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, Ipda Edy Purwanto yang mendapatkan laporan adanya truk terperosok dan mengakibatkan kemacetan itu, langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengaturan jalan dengan dibantu anggota dari Dinas Perhubungan Pemkab Jember.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap pengemudi, diketahui jika truk tersebut melanggar kelas jalan, tidak hanya itu, pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi truk tidak hanya kali ini saja,"

"Sebelumnya pengemudi truk tersebut juga telah melakukan pelanggaran di wilayah hukum Polres Madiun Kota," kisah Edy.

Hal ini diketahui saat pihaknya meminta surat-surat kendaraan kepada pengemudi.

“Truk ini sebelumnya sudah melanggar lalu lintas, karena saat kami minta STNK nya, pengemudi tidak bisa menunjukkan dan hanya memberi surat tilang yang pernah diterima sebelumnya," cerita dia.

Ironisnya, surat tilang sebelumnya juga sudah kadaluarsa, karena melewati 5 bulan dari sidang yang harusnya dijalani pengemudi,” ujar Edy.

Karena pengemudi tidak bisa menunjukkan STNK dan hanya menunjukkan surat tilang, pihaknya pun memberikan tilang lagi dan menahan SIM pengemudi truk.

“Ketika ada pelanggaran, untuk penilangan pertama yang dilakukan adalah penahanan terhadap surat-surat seperti STNK, karena pengemudi tidak membawa STNK, maka yang kami tahan adalah SIM nya, kalau nanti melakukan pelanggaran lagi, tentu kendaraan yang kami tahan,” ujar Edy.

Sementara Syawal ketika ditanya kenapa tilang sebelumnya tidak diurus sampai lewat 5 bulan dan dinyatakan kadaluarsa, ia menyatakan, jika setelah kena tilang di Madiun Kota, dirinya tidak pernah kirim barang ke kota tersebut, sehingga tidak sempat mengurus pelanggaran yang dilakukannya.

“Ya mau gimana lagi pak, setelah kena tilang di sana (Madiun Kota), saya tidak pernah kirim barang ke sana lagi, jadi gak bisa mengurusnya,” ujar Syawal sambil garuk-garuk kepala.(Lum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Ada Rambu Truk Dilarang Masuk, Truk Fuso Ngeyel Berujung Petaka

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT