Kamis, 09 Februari 2023
Peristiwa Daerah

Aktivitas Warga di Sekitar Pos Pantau Semeru Disterilkan

profile
Achmad

04 Desember 2022 12:16

757 dilihat
Aktivitas Warga di Sekitar Pos Pantau Semeru Disterilkan
Kondisi Semeru sejak subuh, Minggu (4/12/2022) dari lokasi hunian tetap dan hunian sementara warga terdampak Semeru. (SJP)

KABUPATEN LUMAJANG – Segala bentuk kegiatan di sekitar pos pantau Gunung Semeru Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, diminta untuk dihentikan.

Hal ini disampaikan Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan, Sugiyono, kepada media ini, jika letusan awan panas masih keluar terus sejak pukul 02.46 WIB dini hari tadi, Minggu (4/12/2022).

"Saat ini masih belum bisa dipastikan, sebab awan panas guguran (APG) Semeru masih keluar naik turun dan mengumpul diatas, makanya kegiatan disekitar sini diminta untuk dihentikan," ujarnya kepada wartawan.

Menurut seorang warga, ini adalah peringatan 1 tahun musibah melanda Kecamatan Candipuro oleh APG Semeru.

Dari data yang diperoleh awak media dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, serta info https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/informasi-letusan, telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 04 Desember 2022 pukul 02:46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 5.176 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah tenggara dan selatan. 

Awan panas guguran masih berlangsung, Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga), dengan rekomendasi, yang pertama tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Ketiga, mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Selain itu, sumber berita juga dihimpun dari Media Sosial PVMBG dan https://linktr.ee/PVMBG. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Aktivitas Warga di Sekitar Pos Pantau Semeru Disterilkan

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT