Selasa, 28 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Bekas Pengerukan Sungai Sebabkan Jalanan Rusak

profile
Achmad

04 Juni 2022 20:03

392 dilihat
Bekas Pengerukan Sungai Sebabkan Jalanan Rusak
Salah satu ruas jalan yang tergenang air. (SJP)

LUMAJANG - Tidak pindahkan tanah bekas pengerukan sepanjang aliran sungai Bondoyudo, sebabkan air menggenangi jalan raya Lumajang - Jatiroto, Sabtu (4/6/2022) sore.

Informasi dari masyarakat setempat berinisial TH, kepada media ini mengatakan jalan aspal yang lama-lama hancur atau berlubang, ternyata salah satu penyebabnya adalah air hujan.

"Sifat air itu melarutkan dan hampir semua materi bisa larut dalam air, termasuk aspal juga sebagai perekat material, sebab aspal itu pada dasarnya berfungsi sebagai perekat, kalau terus tergenang air ya rusak," katanya.

Aspal atau bitumen, kata sang TH,  merupakan bahan hasil tambang, dan digolongkan ke dalam minyak bumi atau petroleum yang sifatnya lengket, berwarna hitam, dan kental.

"Jika air hujan menggenang dalam waktu yang cukup lama di atas aspal, maka lama kelamaan aspal tersebut akan larut. Air itu mampu memecah molekul aspal dan mengubah bentuknya menjadi lebih kecil. Sehingga daya rekat aspal pun menjadi berkurang," katanya lagi.

Kalau melihat banyak kerikil yang terlepas di sekitar jalanan beraspal, menurut dia, sepertinya struktur jalan tersebut sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

"Kendaraan berat juga dapat merusak jalan, sebab genangan air yang merusak aspal tidak terjadi begitu saja jika tidak ada kendaraan berat yang melewatinya," tambah TH.

Waktu itu, kata pria asli kota Lumajang ini, mungkin struktur jalanan yang tergenang air sedang lemah dan tidak kuat menahan beban yang melewati di atasnya.

"Hingga kemudian kendaraan besar menimpanya dan akhirnya membuat banyak lubang di jalanan," imbuh dia.

Jalan aspal rusak, TH menambahkan, sebagai solusinya beberapa jalanan beraspal harus didesain menggunakan bentuk 'punggung sapi'," ungkapnya.

Maksudnya, masih kata TH, bagian tengah jalan harus lebih cembung atau tingii dibandingkan dengan bagian pinggir jalan.

"Agar air hujan tidak akan tergenang dan langsung mengalir ke bagian tepi jalan," papar TH

Pada bagian tepi, saran TH, baiknya dibuat saluran air atau parit yang berukuran kecil untuk menampung air hujan.

"Nah ini malah ada tumpukan tanah yang menghambat laju air ke dalam sungai," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPT PSDA Di Lumajang Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Propinsi Jawa Timur, Prabowo, saat dimintai keterangan tidak menjawab pertanyaan awak media ini. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Bekas Pengerukan Sungai Sebabkan Jalanan Rusak

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT