Rabu, 17 Agustus 2022
Peristiwa Daerah

Berawal dari Cuitan, Kepala Puskesmas di Mojokerto Dicopot Dari Jabatannya

profile
Andy

22 Juli 2022 11:55

1.4k dilihat
Berawal dari Cuitan, Kepala Puskesmas di Mojokerto Dicopot Dari Jabatannya
Kepala Diskominfo, Ardi Sepdianto. (SJP)

MOJOKERTO - Bermula dari cuitan Diki Ragil Setia Putra (25), Kepala UPT Puskesmas Kupang, Jetis, Kabupaten Mojokerto drg Rosa Priminita dicopot dari jabatannya.

Warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini mengaku menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta untuk bisa menjadi honorer di Puskesmas Gondang.

Uang itu diserahkan kepada Poniman, yang saat itu menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mojoanyar.

Berdasarkan penelusuran suarajatimpost.com, Poniman merupakan salah satu orang yang masuk jaringan jual beli pengisian kursi honorer di Puskesmas Gondang.

Bersama drg Rosa, Poniman kemudian memasukan sejumlah orang sebagai tenaga honorer baru di fasilitas kesehatan tingkat satu itu.

Hingga akhirnya, praktik korupsi penyalahgunaan jabatan itu terkuak.

Sebanyak 18 tenaga honorer buka suara, lantaran tidak mendapatkan honor selama 22 bulan atau hampir 2 tahun bekerja. Laporan itu kemudian ditindaklanjut tim Inspektorat Kabupaten Mojokerto.

Lantaran drg Rosa Priminita terbukti melakukan jual beli jabatan pengisian honorer di Puskesmas Gondang, tahun 2019 silam.

Aparatur sipil negara (ASN) yang kini menjadi Kepala Puskesmas Kupang, Jetis, Kabupaten Mojokerto itu juga dijatuhi sanksi berat.

Alhasil, hukuman disiplin pun dijatuhkan kepada mantan Kepala UPT Puskesmas Gondang Mojokerto, drg Rosa Priminita, sesuai dengan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto menyampaikan, sanksinya penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan, ini termasuk hukuman disiplin tingkat berat.

"Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan-pertimbangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menjatuhkan sanksi berat kepada drg Rosa. Di antaranya faktor yang memberatkan yakni, ditemukan fakta adanya pelanggaran tersebut," ungkap Ardi Sepdianto.

Lebih lanjut dikatakannya, ini sesuai dengan pasal 8 ayat 1, huruf C Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin PNS.

drg Rosa terbukti melakukan pelanggaran pasal 5 huruf A dan G. Yakni, menyalahgunaan wewenang dan melakukan pungutan di luar ketentuan.

’’Saat ini drg Rosa ini menjabat sebagai dokter muda. Akibat sanksi ini jabatannya akan diturunkan menjadi dokter pertama, sehingga gajinya juga mengikuti dokter pertama. Tentu tim ini mempunyai pertimbangan terukur sehingga memenuhi unsur keadilan,’’ cetus Ardi.

Menurut Ardi, pelanggaran tentunya membawa preseden yang buruk bagi perjalanan pembinaan karir PNS di Pemkab Mojokerto.

Artinya, jika sanksi tidak diberikan, tentunya pelanggaran serupa berpotensi dilakukan oleh PNS lain.

"Pertimbangan yang memberatkan, kata Ardi, drg Rosa ini terbukti melanggar peraturan perundang-undangan. Sedangkan yang meringankan, selama ini kinerjanya bagus, kemudian jabatan fungsional dokter gigi di puskesmas ini cuma satu orang. Kemudian ia pun sudah mengakui perbuatannya," jelasnya.

Sementara itu, Poniman yang juga berstatus sebagai ASN, kata Ardi, saat ini masih dalam proses pemeriksaan tim Inspektorat Kabupaten Mojokerto.

Ardi memastikan jika nantinya terbukti melanggar, sanksi disiplin juga bakal dijatuhkan kepada Poniman.

"Sekarang masih dalam pemeriksaan Inspektorat. Belum itu bukan berarti tidak, kalau terbukti pasti sanksi tegas juga akan dijatuhkan. Untuk sidang kode etik belum, karena masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat," tandasnya.

Ia pun menyatakan sanksi tegas yang dijatuhkan kepada ASN yang melanggar aturan ini, merupakan komitmen Bupati Ikfina Fahmawati dalam menjaga marwah penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Mojokerto agar lebih baik.

"Ini komitmen Pemda, komitmen Bupati untuk menegakan integritas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah dan di sini ini salah satunya, yang melanggar ya diberikan sanksi dan yang berprestasi dikasih reward. Karena reward dan punishment memang harus dijalankan," pungkasnya. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Berawal dari Cuitan, Kepala Puskesmas di Mojokerto Dicopot Dari Jabatannya

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT