Kamis, 09 Februari 2023
Peristiwa Daerah

Buntut Kenaikan Status Gunung Ijen, Pendakian Dibuka Lebih Lambat 2 Jam

profile
Ikhwan

08 Januari 2023 12:08

1.5k dilihat
Buntut Kenaikan Status Gunung Ijen, Pendakian Dibuka Lebih Lambat 2 Jam
Pendakian terhambat karena Status Gunung Ijen. (SJP)

KABUPATEN BANYUWANGI – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menerbitkan aturan baru terkait aktivitas wisata di Gunung Ijen.

Hal ini menyusul adanya kenaikkan status dari normal (level 1) menjadi waspada (level 2).

Dalam Surat Edaran nomer SE.54/K.2/BIDTEK.1/KSA/1/2023, diatur tentang pembatasan waktu kunjungan selama peningkatan aktivitas vulkanik Kawasan Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. 

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Purwantono mengatakan, pembatasan dilakukan dengan mengundur waktu pendakian. Dari yang semula dibuka pukul 02.00 WIB menjadi pukul 04.00 WIB. 

"Pendakian kita buka jam 4 dinihari," kata Purwantono.

Selain itu, untuk keselamatan pengunjung juga dilarang untuk turun ke sekitar Kawah. "Pengunjung wisata juga wajib menggunakan masker," imbuhnya.

Pengaturan waktu kunjungan dan pelarangan turun ke Kawah ini, kata Purwantono, berlaku sejak Minggu (8/1/2023) sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut. 

"Mulai hari ini (Minggu) saat pendakian biasanya wisatawan akan melihat blue fire dan nekat turun ke bawah. Makanya kita batasi waktu kunjungan dengan mengundur pembukaan pendakian," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, status Gunung Ijen naik dari normal (level I) menjadi waspada (level II).

Kenaikkan status itu tertuang dalam surat peningkatan tingkat aktivitas Gunung Ijen yang dikeluarkan Badan Geologi Kementerian ESDM RI nomor nomor surat pingkatan status: 1.Lap/GL.03/BGL./2023.

Kenaikkan status Gunung Ijen terhitung sejak Sabtu (7/1/2023) pukul 14.00 WIB. Kenaikkan status itu menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi Januari ini.

Salah satu indikator yang mempengaruhi kenaikkan status Gunung Ijen adalah kenaikkan suhu air danau kawah dari 16 derajat celcius pada Desember 2022 menjadi 45,6 derajat celcius pada awal Januari 2023.

Kenaikkan suhu itu juga membuat perubahan warna danau kawah dari hijau tua menjadi hijau pucat keputih-putihan.

Badan Geologi mencatat, kegempaan Gunung Ijen didominasi oleh gempa permukaan sejak 1 Januari 2023, yakni berupa gempa vulkanik dangkal yang terekam 82 kali dan gempa hembusan 32 kali.

Ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan akibat kenaikkan status Gunung Ijen menjadi waspada.

Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Ijen dan pengunjung dilarang mendekat ke kawah dalam radius 1,5 kilometer (km) dari bibir kawah.

Kedua, masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Panyu Pait diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya.

Mereka juga diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen.

Ketiga, masyarakat diminta untuk menggunakan masker penutup alat pernafasan apabila mencium bau gas belerang yang menyengat.

Terakhir, pemerintah daerah, BKSDA, dan BPBD diminta untuk berkoordinasi dengan PPGA Ijen atau pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. (Ikhwan)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Buntut Kenaikan Status Gunung Ijen, Pendakian Dibuka Lebih Lambat 2 Jam

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT