Minggu, 02 Oktober 2022
Peristiwa Daerah

Curi Setandan Pisang, Polres Mojokerto Terapkan Restorative Justice untuk Pelaku

profile
Andy

04 Juli 2022 14:10

500 dilihat
Curi Setandan Pisang, Polres Mojokerto Terapkan Restorative Justice untuk Pelaku
Restorative justice pencurian setandan pisang di Trawas, Mojokerto. (SJP)

MOJOKERTO - Tercapainya suatu keadilan tidak melulu melalui pendekatan kejahatan jalur hukum dan berujung pada pidana, namun lebih jauh adalah melalui pendekatan untuk mencapai masyarakat yang adil.

Dalam praktiknya, tak semua perkara pidana berujung hukuman penjara.

Hal ini disebabkan adanya konsep restorative justice (keadilan restoratif) sebagai mekanisme penyelesaian di luar pengadilan berdasarkan prinsip keadilan.

Penerapan konsep keadilan restoratif ini tak melulu berorientasi pada hukuman pidana, tapi mengarah pada penyelarasan kepentingan pemulihan korban dan pertanggungjawaban pelaku tindak pidana.

Hal ini selaras dengan SE Kapolri No. SE/8/VII/2018 Tahun 2018 tentang Penerapan Keadilan Restoratif (Restorative Justice) dalam Penyelesaian Perkara Pidana, Peraturan Kapolri No. 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Juga peraturan Kejaksaan nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif dan Keputusan Dirjen Badan Peradilan Umum MA RI No.1691/DJU/SK/PS.00/12/2020 tentang Pemberlakuan Pedoman Penerapan Keadilan Restoratif.

Barang bukti, setandan pisang

Nampaknya cara ini yang dipilih oleh Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginajar pada peristiwa pencurian buah pisang yang terjadi di wilayah hukum Polsek Trawas Mojokerto pada Rabu sore 29 Juni 2022 sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian berawal dari terduga pelaku berinisial S (30) asal Desa Sukolelo Prigen Pasuruan terdesak kebutuhan ekonomi.

Kemudian ia mengambil setandan buah pisang tanpa seijin pemilknya, Darto, warga Desa Ketapanrame Trawas Mojokerto pada Rabu 29 Juni 2022 lalu.

Terduga tersangka S mengambil pisang di kebun korban, yang berlokasi di Desa Slepi Trawas, yang kemudian di tindak lanjuti oleh Polsek Trawas berdasarkan laporan dari korban.

Keadilan restorative, dipandang sebagai suatu proses penyelesaian persoalan yang ditimbulkan dari suatu kriminalitas dengan cara mempertemukan korban, pelaku, dan pemangku kepentingan lainnya dalam suatu forum informal yang demokratis untuk menemukan solusi yang positif.

"Inilah langkah tepat yang di ambil oleh penyidik Polsek Trawas Polres Mojokerto," kata Apip.

Ketika diwawancarai oleh jurnalis suarajatimpost.com, Senin (4/7/2022) pagi, Apip membenarkan tentang adanya kejadian pencurian buah pisang tersebut.

"Langkah yang diambil oleh penyidik saat itu adalah penyelesaian perkara di luar pengadilan / restorative justice," imbuh dia.

Permohonan pencabutan laporan setelah proses restorative justice

Bila langkah restorative justice dilakukan dengan benar, masih kata Apip, cara ini diyakini akan mengubah perilaku pelaku.

"Tindakan pencegahan serta menyadarkan para pihak akan pentingnya norma yang telah dilanggar dan memungkinkan pemulihan kepada korban lewat restitusi," kata Apip.

Keadilan restoratif, lanjut Apip, dipandang sebagai konsepsi keadilan yang mengutamakan pemulihan terhadap kerugian daripada sekedar memberikan penderitaan hukuman pidana kepada pelakunya. (Andy)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Curi Setandan Pisang, Polres Mojokerto Terapkan Restorative Justice untuk Pelaku

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT