Jumat, 20 Mei 2022
Peristiwa Daerah

Demonstrasi Ratusan Mahasiswa Penuhi Bundaran DPRD Jember

profile
Rochul

12 April 2022 20:01

417 dilihat
Demonstrasi Ratusan Mahasiswa Penuhi Bundaran DPRD Jember
Unras di kabupaten Jember. (Ulum/ SJP)

JEMBER - Berjumlah ratusan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Badan Eksekutif Mahasiawa (BEM) se Jember, melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan Bundaran DPRD Jember, Selasa (12/4/2022).

Aksi massa tersebut, adalah para pengurus BEM yang berasal dari seluruh universitas ataupun perguruan tinggi negeri/swasta se Kabupaten Jember. 

Diantaranya Poltek Negeri Jember, UIN KHAS Jember, Mandala Jember, Unmuh Jember, Unej, Stikes, dan lain-lain.

Pantauan di lokasi aksi, ratusan mahasiswa berkumpul di titik kumpul depan double way Unej, Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, mulai pukul 13.00 WIB. 

Selanjutnya massa aksi melakukan long march menuju Bundaran DPRD Jember sekitar pukul 14.00 WIB.

Dalam aksi tersebut ratusan mahasiswa menanggapi isu nasional, soal penolakan wacana penundaan pemilu dan rencana 3 periode Presiden RI Joko Widodo, soal kenaikan PPN, dan polemik minyak goreng.

Sesampainya di Bundaran DPRD Jember, mereka secara bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando yang sudah disiapkan, lengkap dengan tumpukan sound  system untuk mendukung aksi unras.

"Apa yang sudah menjadi keresahan masyarakat, menjadi keresahan kami juga. Hidup rakyat Indonesia, Hidup mahasiswa. Bagaimana adanya ketidakadilan terhadap rakyat di kondisi mencekik saat ini," kata salah seorang massa aksi berorasi dari atas mobil komando.

Selain penyampaian orasi, Korlap Aksi M. Yayan dalam aksi unras itu menyampaikan poin-poin tuntutan dari aksi unras yang dilakukan.

"Revolusi, revolusi, revolusi, adanya  aksi ini, ratusan mahasiswa menuntut dan mendorong. Ketua DPRD Jember  dan Perwakilan Parpol dalam komisi untuk menandatangani pakta integritas dan mendesak agar Ketua
DPR RI serta Presiden secara tegas menolak penundaan pemilu 2024," ujar Yayan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan disela aksi.

Lanjut Yayan, ratusan mahasiswa Jember juga menuntut DPRD Kabupaten Jember. Untuk mendesak DPR RI dan MPR RI supaya tidak
 mengamandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NKRI) tahun 1945.

"Ketiga kami juga mendorong DPRD Kabupaten Jember agar mendesak presiden, segera menyelesaikan
persoalan tingginya harga minyak goreng dan meminta presiden untuk me-reshuffle
menteri perdagangan," ujarnya.

"Keempat, kamu juga mendesak pemerintah untuk mencabut ketetapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
sebesar 11 persen," sambungnya.

Dari aksi ratusan massa sebanyak kurang lebih 600 orang mahasiswa itu. Tampak anggota polisi dari Mapolres Jember juga tampak bersiaga di lokasi aksi.

Menurut Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, ada 340 personel keamanan yang dikerahkan untuk menjaga keamanan.

"Pengamanan itu gabungan polisi, TNI, Satpol-PP dan Dishub, total 340 personel. Untuk polres 240, sisanya 100 an personel," bebernya.

Untuk sistem pengamanan yang diterapkan persuasif humanis, kata Hery, juga dipastikan bahwa pengunjuk rasa tidak membawa sajam dan senjata api. 

"Dengan pola pengamanan Dalmas di depan, dan kawat Barrier (yang terpasang di sekeliling bangunan Gedung DPRD Jember," pungkas dia.(Lum)

Editor: Doi Nuri

Tags
Anda Sedang Membaca:

Demonstrasi Ratusan Mahasiswa Penuhi Bundaran DPRD Jember

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT