Rabu, 17 Agustus 2022
Peristiwa Daerah

Diduga Ada Praktik Jual Beli Lahan Aset, DPUTR Lumajang Pasang Papan Nama

profile
Achmad

16 Juli 2022 14:01

487 dilihat
Diduga Ada Praktik Jual Beli Lahan Aset, DPUTR Lumajang Pasang Papan Nama
Papan nama yang dipasang oleh DPUTR untuk tertibkan aset. (SJP)

LUMAJANG - Dugaan adanya praktek jual beli dilahan milik pemerintah, di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang, pasang papan nama untuk melakukan penertiban aset miliknya.

Sebelumnya, kata salah satu staf SDA DPUTR Kabupaten Lumajang, Joko, mengatakan akan memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga yang telah mendirikan tempat usaha pada lahan tersebut.

"Tidak ada ijin yang diberikan untuk semua lahan dan rencananya kami akan memberikan sosialiasi bertahap kepada masyarakat pengelola lahan garapan disitu," katanya kepada media ini, via chat WhatsApp.

Papan informasi itu menurutnya, dipasang dalam rangka penertiban pengelolaan aset tanah Dinas PUTR Kabupaten Lumajang.

"Mohon maaf, untuk sementara seluruh aset tanah yang berada di lokasi tersebut, Dinas tidak memberikan ijin pasca terjadinya perselisihan yang di akhiri kesepakatan bersama untuk pengelolaan kembali pada Dinas," bebernya lagi.

Ada sejumlah peta lokasi yang sudah ditentukan penggarapnya, namun itu ditepis oleh dinas kalau sudah ada penggarapnya.

"Daftar nama yang panjenengan berikan itu rencana alternatif di saat pertemuan bersama yang ke tiga kalinya, tetapi tidak ada kata sepakat yang ahkirnya menyepakati untuk keputusan ada di Dinas," tegasnya lagi.

Sementara itu, Ketua LSM Lumajang Bergerak Satu Indonesia (LBSI) Kabupaten Lumajang, Hari menjelaskan lahan aset milik DPUTR Kabupaten Lumajang, masih belum sepenuhnya mendapatkan titik temu atas pengelolaannya.

"Sejumlah warga disana sudah lama menggarap lahan tersebut sebagai tempat usaha, ada juga pihak Desa Besuk yang mengajukan sebagai lapangan desa namun praktiknya digunakan sebagai lahan parkir," ujarnya kepada wartawan ini.

Dalam hal ini, kata Hari, pihaknya akan terus melakukan pemantauan, pengawasan bahkan pelaporan dugaan praktik jual beli lahan milik pemerintah.

"Seperti pabrik kayu, dan bangunan lainnya itu layak dipertanyakan keabsahannya. Kalau memang milik pemerintah, maka sertifikat juga harus tertulis nama pemerintah, serta masuk dalam dinas pengelola aset pemerintah," ucapnya lagi.

Dalam waktu dekat, kata Hari, akan melakukan koordinasi dengan pihak APH di Polda Jatim, agar aset yang dimiliki pemerintah ini tidak hilang begitu saja. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Diduga Ada Praktik Jual Beli Lahan Aset, DPUTR Lumajang Pasang Papan Nama

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT