Senin, 27 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Diduga Proyek Siluman Bernilai Milyaran, Caplok Lahan Warga Desa Lempeni

profile
Achmad

22 Juni 2022 16:27

364 dilihat
Diduga Proyek Siluman Bernilai Milyaran, Caplok Lahan Warga Desa Lempeni
Lahan yang dicaplok untuk proyek irigasi. (SJP)

LUMAJANG - Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Duk (Paket 2) Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, senilai kontrak Rp 2.386.335.000.00 bersumber dari dana IPDMP, diduga caplok lahan warga.

Dari data yang diperoleh awak media dilapangan, batas waktu pelaksanaan tanggal 21 Januari 2022 hingga selesai 30 April 2022.

Proyek tersebut dikerjakan pelaksana yakni CV Lima Jaya Lumajang, dengan Konsultan Pengawas CV Tri Mukti Andayani Surabaya.

Pengerjaan proyek tersebut, menurut salah satu pemilik lahan, Zaenal Arifin, terindikasi asal-asalan dan merugikan banyak masyarakat.

"Lahan saya itu termasuk lahan pemajekan yang bisa dibuktikan dengan sertifikat, dicaplok proyek pengairan oleh pihak CV tersebut," kata dia kepada awak media, Rabu (22/6/2022).

Menurut Arif, panggilan akrabnya, kalau dirinya pernah dijanjikan anggarannya untuk pengurugan lahannya yang sudah dirusak alat berat.

"Saya dijanjikan 300 urugkan, sebanyak 300 truk, yang bilang dari pihak CV, namun cuma dikasih kurang lebih 30 urugkan saja," tambahnya.

Kata Arif, pekerjaan ini yang dimulai awal Januari, alat berat excavator (beko) turun ke sungai disebelah rumahnya. Sebelumnya, warga menghentikan alat berat tersebut, karena belum ada kesepakatan dan dikumpulkan di rumah salah satu warga, bernama Sugi.

"Dari 3 meter, pihak CV minta pelebaran hingga 14 meter dan dinego jadi 12 meter, kok ini malah melar jadi 15 meteran," ujarnya lagi.

Menurut warga yang berprofesi sebagai guru di SD Tumpeng 3, ini adalah saluran irigasi bukan sungai besar, selebar sungai 7 meter, dan ini belum pondasinya.

"Jalan naik turun alat berat juga tidak ada perbaikan yang bisa menimbulkan banjir. Pasir tidak beli, malah ambil di sungai dicampur semen merek Padang untuk bahan adonan pondasi, banyak saksi yang melihatnya, CV hanya membeli pasir untuk jembatan saja," imbuhnya.

Terkait kompensasi, sempat disampaikan pihak rekanan, namun dari Sekcam Tempeh, sejumlah warga malah diredam emosinya, bahwa aliran sungai ini diperbaiki demi kepentingan warga semuanya.

Dari data yang diperoleh awak media, ada lahan milik Sunari seorang pensiunan guru sebelah timur sungai utara jalan, lahan milik Sugi seorang petani sebelah barat sungai selatan jalan dan milik Zaenal Arifin seorang guru SD  Tumpeng 3 lokasi di utara jalan barat sungai.

Pihak CV Lima Jaya, sempat menyampaikan kepada seorang awak media, jika pekerjaan tersebut hanya diterima dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang. Samsudin selaku Direktur CV Lima Jaya, hanya menjawab singkat pertanyaan awak media waktu itu.

"Kami hanya sebagai pelaksananya saja, bukan perencana. Coba ditanyakan ke dinas saja," jawabnya singkat. (Fuad)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Diduga Proyek Siluman Bernilai Milyaran, Caplok Lahan Warga Desa Lempeni

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT