Kamis, 30 Juni 2022
Peristiwa Daerah

KAI Daop 9 Jember Tutup 4 Perlintasan Liar, Sebelumnya 20 Perlintasan Sudah Ditutup 

profile
Rochul

23 Juni 2022 18:31

343 dilihat
KAI Daop 9 Jember Tutup 4 Perlintasan Liar, Sebelumnya 20 Perlintasan Sudah Ditutup 
Perlintasan 4 Titik Tanpa Palang Pintu Dilakukan Penutupan. (SJP)

JEMBER – Sejak Januari 2022 sampai dengan saat ini, 23 Juni 2022 di wilayah kerja Daop 9 Jember, sepanjang Stasiun Bangil Pasuruan sampai dengan Ketapang Banyuwangi telah terjadi kecelakaan baik di petak jalan (Jalur KA) maupun di perlintasan.

Sebanyak 38 kejadian, 5 luka ringan dan 16 0rang meninggal, dengan rincian :

Kab/Kota Pasuruan : 3 kejadian, 2 orang luka ringan dan 3 orang meninggal;
Kab/Kota Probolinggo : 11 kejadian, 1 orang luka ringan dan 8 orang meninggal;
Kab. Lumajang : 7 kejadian korban tiada;
Kab.Jember : 8 kejadian, 2 orang meninggal;
Kab. Banyuwangi : 9 kejadian, 2 orang luka ringan dan 4 orang meninggal.

“Namun demikian, PT KAI Daop 9 Jember, terus berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang KA,” kata Vice President PT. KAI (Persero) Daop 9 Jember Broer Rizal menjelaskan, Kamis (23/6/2022).


Sepanjang Tahun 2021 lalu, Daop 9 Jember telah melakukan peningkatan keselamatan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang KA pada 36 titik yang tersebar di seluruh wilayah Daop9, yaitu dengan melakukan penutupan.

Sehingga, pada awal 2022 perlintasan sebidang KA tersisa 346 titik, terdiri dari 93 titik dijaga dan 253 lagi tidak dijaga, yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten.

Rinciannya adalah Kabupaten Pasuruan 54 titik, Kabupaten Probolinggo 69 titik, Kabupaten Lumajang 36 titik, Kabupaten Jember 112 titik dan Kabupaten Banyuwangi 75 titik.

Broer juga menerangkan bahwasanya sejak awal Januari 2022 sampai dengan saat ini, telah melakukan penutupan perlintasan sebidang tidak dijaga sebanyak 20 titik dan 4 titik diantaranya yang ditutup serentak pada hari ini, Kamis (23/6/2022).

Yaitu di Km 96+5/6 antara Bayeman – Probolinggo, Km 131+4/5 antara Ranuyoso – Klakah, Km 26+5/6 antara Garahan – Mrawan dan Km 34+4/5 antara Mrawan – Kalibaru.


“Kegiatan penutupan ini kami lakukan dengan Kewilayahan, Dinas Perhubungan Kota/ Kabupaten terkait di wilayah masing-masing. Yaitu Dishub Kabupaten Probolinggo, Jember, Banyuwangi dan juga Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Bagian Timur,” jelasnya.

perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang  ditutup yaitu yang masih ada jalan alternatif di lokasi tersebut. Kemudian, jarak antara perlintasan satu dengan lainnya kurang dari 800 meter.

"Jika memenuhi syarat itu, ya semestinya ditutup. Karena semakin banyak perlintasan sebidang tanpa palang pintu, maka akan semakin rawan terjadinya kecelakaan kereta api," jelasnya.

Broer menambahkan, meskipun agak jauh sedikit, yang terpenting adalah keselamatan.

Ia mengatakan, bahwasanya KAI Daop 9 Jember tetap  akan mengambil langkah untuk peningkatan keselamatan perkeretaapian di perlintasan sebidang sesuai amanat Peraturan Menteri (PM) nomer 94 Tahun 2018.

“Tentunya kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik itu provinsi maupun kabupaten selaku regulator dan penanggungjawab terhadap pengelolaan keselamatan di perlintasan sebidang,” katanya.

Upaya untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian dapat berupa penutupan maupun penyempitan, pemasangan rambu-rambu, Early Warning System (EWS) dan ada juga dengan pemasangan palang pintu baik oleh pemerintah maupun oleh badan hukum/lembaga.

KAI Daop 9 juga berterima kasih kepada masyarakat yang mendukung proses penutupan perlintasan sebidang yang memiliki potensi bahaya. Dan berharap tidak ada lagi perlintasan liar baru yang dibangun oleh masyarakat tanpa izin dari DJKA.

KAI Daop 9 Jember berharap kepada seluruh warga masyarakat agar senantiasa berhati - hati dan mematuti peraturan serta rambu – rambu lalu – lintas saat berkendara.

Berhenti, tengok kanan dan kiri, yakinkan tidak ada kereta api yang sedang dan atau mau melewati perlintasan tersebut.

Bagi pengendara roda 4 harus membuka kaca jendela kendaraannya agar pandangan dan pendengarannya tidak terhalang, tidak bermain HP saat berkendara.

"Kami sampaikan kepada para pengguna jalan bahwa KA yang melintas di wilayah Daop 9 sudah meningkat dan sudah normal kembali," kata Broer.

Sesuai UU no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pasal 114 poin b dan c disebutkan bahwa Pada Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dan Jalan, Pengemudi Kendaraan Wajib Mendahulukan Kereta Api serta Memberikan Hak Utama Kepada Kendaraan Yang Lebih Dahulu Melintasi Rel. (Ulum)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

KAI Daop 9 Jember Tutup 4 Perlintasan Liar, Sebelumnya 20 Perlintasan Sudah Ditutup 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT