Selasa, 17 Mei 2022
Peristiwa Daerah

Kasus Kekerasan Perempuan Anak di Banyuwangi Terjadi Puluhan Kali Sepanjang Tahun 2020-2021

profile
Ikhwan

09 Agustus 2021 13:51

279 dilihat
Kasus Kekerasan Perempuan Anak di Banyuwangi Terjadi Puluhan Kali Sepanjang Tahun 2020-2021
Ilustrasi kasus kekerasan anak (istimewa)

BANYUWANGI - Kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Banyuwangi masih terbilang tinggi. Sepanjang tahun 2020 hingga 2021 tercatat ada puluhan kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Bumi Blambangan.

Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Pembangunan Pengarusutamaan Gender Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Banyuwangi Minarni Susilo Wati

Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Pembangunan Pengarusutamaan Gender Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Banyuwangi Minarni Susilo Wati merincikan ada 65 kasus yang terjadi ditahun 2020. Diantaranya termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pencabulan, pemerkosaan, pengeroyokan dan juga perdagangan orang atau trafficing.

"Ditahun 2021 terhitung sejak Januari hingga Mei masih terbilang landai dengan jumlah kasus sebanyak 18 kasus," kata Mimin sapaan akrabnya, Senin (9/8/2021).

Dalam menangani kasus perempuan dan anak, Kabupaten Banyuwangi sudah mencoba mengoptimalkan dengan inovasi program Ruang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Ibu-Anak atau disingkat "Ruang Rindu". Mimin menyebut program ini tidak hanya memberikan konseling dan pendampingan hukum, medis, dan psikososial, tapi juga ada inovasi kemandirian ekonomi bagi perempuan korban kekerasan. Bahkan ada bantuan alat usaha untuk perempuan korban kekerasan.

"Ada beberapa hal sebenarnya yang diakses melalui program tersebut. Program ini merupakan inovasi yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan salah satu poin pentingnya untuk memberikan perlindungan kepada korban-korban kekerasan. Pelaporan serta pelayanan di Ruang Rindu bisa offline ataupun online," ujarnya.

Mimin bercerita bahwa saat ini dirinya mengaku tengah menangani kasus dan melakukan pendampingan terhadap salah satu anak yang menjadi korban kekerasan. Korban yang saat ini didampingi tengah mengalami tekanan psikis akibat insiden yang menimpanya.

"Korban ini broke home, kemarin itu kita sudah koordinasikan dengan kepala desa dimana anak tersebut tinggal kemudian rumah sakit insyaallah anak ini akan kita bawa ke psikiater untuk ditangani lebih lanjut," pungkasnya.

Dia cukup yakin bahwa hadirnya program tersebut dapat meminimalisir, mencegah terjadinya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Banyuwangi.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kasus Kekerasan Perempuan Anak di Banyuwangi Terjadi Puluhan Kali Sepanjang Tahun 2020-2021

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT