Senin, 27 Juni 2022
Peristiwa Daerah

Kasus PMK di Banyuwangi Meluas di 14 Kecamatan, Total ada 118 Ternak Terpapar 

profile
Ikhwan

07 Juni 2022 08:46

270 dilihat
Kasus PMK di Banyuwangi Meluas di 14 Kecamatan, Total ada 118 Ternak Terpapar 
Kasus PMK hewan ternak di Banyuwangi tambah meluas

BANYUWANGI - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Banyuwangi kian meluas. Per tanggal 6 Juni 2022, kasus PMK terdeteksi di 14 kecamatan dengan rincian 118 ternak yang terpapar penyakit tersebut. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterine, Dinas Pertanian Banyuwangi Nanang Sugiharto mengatakan kendati demikian hingga saat ini belum ada laporan ternak mati akibat terpapar penyakit tersebut.

"Alhamdulillah belum ada laporan kematian, ada pelaporan justru tingkat kesembuhan karena kita menggunakan obat-obatan dan upaya yang kita maksimalkan," kata Nanang.

Dinas hingga saat ini terus bergerak melakukan pencegahan supaya penyakit itu tidak menyebar lebih luas. 

Sejak kabar PMK ini santer tersiar, dinas bekerja sama dengan aparat kepolisian telah menerapkan kebijakan pelarangan jual beli ternak antar wilayah.

"Dikarenakan kasus yang semakin meningkat pasar hewan yang ada di desa seperti di Glagah atau Wongsorejo minggu depan rencananya akan ditutup sementara," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah mengatakan, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) PMK untuk mencegah penyebarannya, terutama menjelang Idul Adha.

"Kemarin sudah kita bentuk satgas per kecamatan, untuk identifikasi hewan yang terjangkit. Bagi ternak yang terkena PMK, kami minta harus di lockdown," tegas Sugirah.

Upaya pencegahan PMK agar tidak semakin meluas, juga gencar dilakukan Pemkab Banyuwangi. Dalam hal ini menutup lalu lintas ternak dari luar daerah.

"Lalu lintas ternak di pintu masuk kita jaga ketat. Terakhir ada hewan ternak dari Bali yang hendak dikirim ke luar daerah melewati Banyuwangi kita kembalikan," tutur Sugirah.

Selain itu, sosialisasi pencegahan juga gencar dilakukan kepada peternak dan pasar-pasar hewan yang ada di Banyuwangi.

"Kami himbau kepada peternak, agar lebih hati-hati, jaga kebersihan kandang dan jangan sampai menerima hewan dari luar," pintanya.

Meski PMK sudah masuk ke Banyuwangi, Pemkab masih membuka seluruh pasar hewan yang ada. Namun itu tidak berlaku bagi peternak dari luar daerah.

"Sampai hari ini masih belum ada kebijakan penutupan pasar hewan. Namun antisipasi terus kita jaga," pungkas Sugirah.

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kasus PMK di Banyuwangi Meluas di 14 Kecamatan, Total ada 118 Ternak Terpapar 

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT