Senin, 28 November 2022
Peristiwa Daerah

Kejaksaan Soroti SMAN 1 Kota Batu Terkait Rumor Pungli

profile
Arkana

04 November 2022 09:31

613 dilihat
Kejaksaan Soroti SMAN 1 Kota Batu Terkait Rumor Pungli
Kasi Intel Kejari Batu soroti rumor pungli di SMA Negeri 1 Batu. (SJP)

KOTA BATU – Kejari Kota Batu soroti rumor pungli di SMAN 1 Kota Batu. Kejaksaan akan melakukan kajian lebih dalam terkait pungli yang berdalih sumbangan sukarela.

Kasi Intel Kejaksaan Kota Batu, Edi Sutomo mengatakan, pihaknya sudah mengantongi data dan sedang mengkaji untuk langkah panggilan kepada oknum yang diduga pungli.

"Kami akan melakukan telaah kasus dulu, untuk memastikan benar tidaknya kabar yang beredar, jika memang benar ada dan terbukti, kami akan melakukan panggilan,"ujarnya 

Kabar pungli SMAN 1 Kota Batu mencuat, setelah bermunculan keberatan dari pihak wali murid. Adanya tarikan dari komite sekolah mengatasnamakan sumbangan sukarela. Namun hal itu memberatkan wali murid karena ada batas nominal sumbangan yang harus dibayarkan. 

Menyikapi itu, para wali murid muncul kejanggalan adanya kongkalikong antara komite dan pihak sekolah, keresahan ini diungkapkan salah satu wali murid yang menyatakan bahwasanya pihak sekolah menyadarkan surat pernyataan. 

Isi surat pernyataan yakni bersedia tidaknya wali murid memberi sumbangan untuk pendanaan kegiatan dan operasional program sekolah yang tidak dibiaya sama sekali oleh Bosnas dan BPOPP.

Memang benar dalam surat pernyataan tersebut tidak dinyatakan nominal sumbangan, namun ada 2 oknum guru yang nyatanya menyebut nominal dalam bentuk ucapan lisan. Minimal sumbangan sebesar Rp 50 ribu.

Ungkapan Wali murid, Soleh (nama samaran)."Jika kebutuhan memang Rp 125 ribu tiap bulan, dan itu ditentukan minal Rp 50 ribu batas minimalnya, lalu Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu, dan ini wali murid disuruh mau ngisi berapa," katanya.

Pihak sekolah melakukan penarikan bulanan dengan alasan untuk kebutuhan wisuda dan lomba lomba ekstrakulikuler siswa. 

"Ada patungan setiap bulan untuk kegiatan, juga ada koordinator penarikan setiap kelasnya,  dan itu sesama murid," ungkapnya

Wali Murid lainya, Narko (nama samaran), juga memaparkan hal serupa, meski bersifat sukarela namun dirinya merasa terbebani oleh kebijakan sekolahan yang mewajibkan dan menentukan nominal tiap bulanya oleh pihak sekolah.

"Bilangnya wajib, waktu itu ada dua guru yang bilang minimal Rp 75 ribu, ya kita cuma bisa pasrah, mau gimana lagu takut berpengaruh kepada anak saya disekolah," ujar dia. (Syaiful Islam)

Editor: Doi Nuri 

Tags
Anda Sedang Membaca:

Kejaksaan Soroti SMAN 1 Kota Batu Terkait Rumor Pungli

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT