Minggu, 22 Mei 2022
Peristiwa Daerah

Keluhan, Pedagang Minyak Goreng Curah di Nganjuk, Mulai Langka Sejak Ditetapkan HET

profile
Iskandar

23 Maret 2022 19:09

438 dilihat
Keluhan, Pedagang Minyak Goreng Curah di Nganjuk, Mulai Langka Sejak Ditetapkan HET
Pedagang minyak goreng curah keluhkan kelangkaan minyak. Suara Jatim Post)

NGANJUK - Anik pedagang minyak goreng kemasan asal desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, megatakan stoknya juga terbatas. Pasalnya, harga beli sudah tinggi, sehingga dikhawatirkan tidak mampu menjual ke konsumen.

“Kalau di sana-sana minyak curah dijual per liter, tetapi kalau di sini per kilogram. Harganya antara Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram,” jelasnya.

Sementara, pedagang di Pasar Tradisional Nganjuk mengungkap masih seretnya pasokan minyak goreng curah. Bahkan hari ini stok minyak goreng curah ludes.

“Kalau minyak goreng curah itu langsung ludes, sementara pasokan tidak lancar. Malahan hari ini di pasar kosong semua,” ujar Anik (36), salah satu pedagang minyak goreng, saat ditemui di Pasar Wage Nganjuk, Rabu (23/3/2022).

Padahal biasanya, lanjut Anik, dirinya selalu mendapat kiriman minyak goreng curah hingga 3 kali dalam satu minggu. Namun saat ini, pedagang harus mencari sendiri stok minyak goreng curah.

“Dari distributornya sudah tidak pernah kirim, padahal sebelumnya sampai 3 kali dalam seminggu. Sekarang kalau mau jual harus mencari sendiri,” ungkapanya.

Sewaktu stok masih ada, lanjut Anik, minyak goreng curah tersebut dijual bukan per liter, melainkan per kilogram. Harganya berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.

“Untuk yang kemasan itu harga kulaknya sudah Rp 49 ribu lebih. Itu bagaimana nanti jualnya. Kalau yang sudah punya langganan baru berani, karena seberapapun harganya pasti dibeli,” terangnya.

“Saya sudah keliling pasar, tetapi tidak nemu (minyak goreng curah), mungkin karena yang murah ini sehingga banyak yang memburunya, saya ke pasar juga waktunya sudah terlalu siang jadi sudah ludes,” sambungnya.

Saat ini, ia terpaksa berburu minyak goreng curah ke toko-toko yang harganya lebih tinggi dari harga pasar. Agar ia tetap bisa berjualan Batagor setiap harinya. Mengingat kebutuhan minyak goreng sampai 10 hingga 15 liter per harinya.

“Sekarang kita kalau tidak kebagian minyak ya ke toko-toko, tetapi harganya beda dengan pasar,. Karena kalau tidak ada mau jualan pakai apa. Untuk kebutuhan minyak setiap harinya sekitar 10 hingga 15 liter,” imbuhnya. (ISK)

Tags
Anda Sedang Membaca:

Keluhan, Pedagang Minyak Goreng Curah di Nganjuk, Mulai Langka Sejak Ditetapkan HET

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT